Kunjungan ini menjadi bagian dari perjalanan budaya Jawa–Bali yang mencakup sejumlah wilayah di Jawa Timur, di antaranya Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Kediri, Blitar, Malang, hingga Kota Batu.
Dalam ekspedisi tersebut, rombongan mengunjungi berbagai destinasi budaya dan sejarah, seperti kawasan Gunung Arjuna yang disebut sebagai “Induk Peradaban Dunia”, Sumber Tetek Wonosunyo di Pasuruan, kawasan percandian di Sidoarjo, serta situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto. Selain itu, rombongan juga menyambangi Pamoksan Sri Aji Joyoboyo di Kediri dan sejumlah destinasi budaya lainnya di Blitar serta Malang Raya.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pulau Bali dengan salah satu titik utama kunjungan di Pura Besakih, situs budaya yang telah dikenal luas hingga mancanegara.
Gus Tri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat eksistensi warisan budaya Nusantara melalui pengembangan wisata berbasis kearifan lokal.
“Kami ingin mendorong penguatan wisata budaya di Indonesia, termasuk revitalisasi destinasi di Jawa–Bali dan wilayah Nusantara lainnya. Harapannya, ini dapat menciptakan pengalaman wisata yang autentik sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya kepada tim jurnalis.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan desa wisata, pertunjukan seni, hingga pelestarian kuliner tradisional sebagai bagian dari ekosistem pariwisata budaya.
Di sisi lain, Gus Tri menyoroti potensi kawasan Gunung Arjuna yang dinilai memiliki daya tarik global. Kawasan tersebut disebut telah mendapat pengakuan internasional setelah ditetapkan sebagai “Induk Peradaban Dunia” oleh Djuyoto Suntani, Presiden The World Peace Committee, pada 5 Agustus 2019.
Menurutnya, penetapan tersebut menjadi peluang strategis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Ini merupakan langkah krusial dalam meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Hamim RK)
dibaca

