![]() |
| [Foto : Gudang Tembakau Di Wilayah Dusun Kesamben Kidul , Wunut ,Porong Sidoarjo] |
Gudang yang disebut sebagai usaha turun-temurun itu dikabarkan telah berdiri lebih dari satu dekade. Namun, keberadaannya kini dipertanyakan, terutama terkait dampak lingkungan dan perizinan usaha.
Imam, salah satu karyawan gudang, membenarkan bahwa usaha tersebut telah lama beroperasi. Ia menyebut, sebelumnya tempat itu sempat memproduksi rokok, namun saat ini hanya digunakan untuk pengolahan daun tembakau hingga siap kirim.
“Gudang ini sudah berdiri lama. Zaman orang tuanya dulu sempat produksi rokok. Sekarang hanya produksi dari daun tembakau sampai finishing, tembakau siap kirim,” ujar Imam, Selasa (3/3/2026).
Ia juga mengakui adanya protes dari sebagian warga. Namun menurutnya, keluhan tersebut tidak mewakili seluruh masyarakat sekitar.
“Saya tahu ada yang protes, mungkin orang itu-itu saja. Yang lain tidak ada yang protes,” katanya.
Berdasarkan penelusuran, aktivitas di gudang meliputi proses sortir, pengeringan, hingga pengepakan tembakau. Pengiriman disebut dilakukan rutin dua hari sekali ke Pamekasan. Meski demikian, belum diketahui secara pasti apakah operasional tersebut telah mengantongi izin lengkap sesuai ketentuan yang berlaku.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengaku terganggu dengan aktivitas gudang, terutama terkait aroma tembakau dan lalu lalang kendaraan pengangkut barang. Mereka berharap ada transparansi terkait izin usaha serta pengawasan dari pemerintah setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Wunut dan Kecamatan Porong belum memberikan keterangan resmi terkait legalitas usaha maupun tindak lanjut atas keluhan warga.
Sementara itu, pihak gudang menyatakan terbuka untuk memberikan klarifikasi lanjutan. Imam meminta agar konfirmasi lebih detail dilakukan pada hari Kamis mendatang.
Kasus ini memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan usaha skala rumahan di tengah permukiman warga, serta pentingnya komunikasi antara pelaku usaha dan masyarakat guna mencegah potensi konflik sosial.
(Wid RK)
dibaca
