![]() |
| [Foto : Poster promosi Bazar Lebaran Pasar Baru Desa Bulurejo, Benjeng, Gresik yang menghadirkan berbagai produk UMKM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan] |
Bazar yang digelar mulai 11 hingga 20 Maret 2026 ini buka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga malam hari. Kegiatan tersebut menghadirkan suasana belanja yang meriah dengan beragam pilihan produk kebutuhan Lebaran.
Pengunjung dapat menemukan berbagai barang dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas, mulai dari busana muslim, baju Lebaran, sandal, aksesoris, hingga aneka produk fashion dan kerajinan lokal. Mayoritas lapak diisi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari wilayah Benjeng dan sekitarnya.
Secara konsep, bazar ini mengusung model pasar komunitas berbasis ekonomi lokal, di mana produk yang dijual merupakan hasil usaha masyarakat desa. Pola ini menciptakan rantai ekonomi yang lebih sehat karena transaksi terjadi langsung antara produsen dan konsumen.
Selain menawarkan harga kompetitif, bazar juga menghadirkan pengalaman belanja yang berbeda. Dekorasi lampu, tenda bazar yang tertata rapi, serta puluhan lapak fashion dan aksesoris membuat kawasan Pasar Baru Bulurejo terasa seperti mini festival belanja Ramadan di pedesaan.
“Belanja kebutuhan Lebaran tidak harus ke pusat kota atau mal. Di Pasar Baru Bulurejo masyarakat bisa mendapatkan produk yang sama bagusnya dengan harga lebih bersahabat,” ujar salah satu panitia penyelenggara.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yang mendorong pemerintah daerah untuk memberdayakan pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memperluas pasar. Selain itu, penguatan ekonomi desa melalui kegiatan berbasis komunitas juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menegaskan pentingnya pembangunan ekonomi lokal.
Dengan konsep belanja murah, produk berkualitas, dan suasana meriah, Bazar Lebaran Pasar Baru Bulurejo diproyeksikan menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat di wilayah Benjeng selama Ramadan. Selain memenuhi kebutuhan Hari Raya, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat desa dan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
(Eko RK)
dibaca
