Rajawali Kompas

Mahasiswa UMG Latih Ibu PKK Jatirowo Kembangkan Aquaponik Mandiri untuk Perkuat Ketahanan Pangan

[Foto : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik menampilkan hasil praktik instalasi aquaponik dalam kegiatan pengabdian masyarakat bersama PKK Desa Jatirowo, Mojokerto].
Mojokerto | Rajawali Kompas.com  — Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga terus digelorakan melalui inovasi sederhana namun berdampak nyata. Mahasiswa Kelompok 14 Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar pelatihan aquaponik mandiri bagi ibu-ibu PKK Desa Jatirowo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/02/2026).

Kegiatan bertema “Pilar Ketahanan Nasional: Sinergi Aquaponik Botol Bekas untuk Generasi Cerdas” ini dipimpin oleh Muhammad Rifqi Hidayat S., mahasiswa Program Studi Budidaya Perikanan UMG, dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan Ifahda Pratama Hapsari, S.H., M.H.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memperkenalkan sistem aquaponik sederhana berbasis galon air bekas yang mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan penanaman sayuran seperti pakcoy dan kangkung.

Sistem ini dirancang untuk menjawab dua tantangan sekaligus: keterbatasan lahan pekarangan dan pemanfaatan limbah plastik rumah tangga. Melalui metode ini, keluarga dapat memanen dua komoditas pangan sekaligus ikan dan sayuran dalam satu instalasi terpadu.

Ikan lele dipilih karena memiliki daya tahan tinggi dan relatif mudah dibudidayakan pada media sederhana. Limbah organik dari ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi alami bagi tanaman, sementara akar tanaman berfungsi menyaring air sebelum kembali ke kolam ikan. Sistem sirkulasi tertutup ini menjadikan aquaponik sebagai model budidaya ramah lingkungan dan efisien.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan konsep dasar aquaponik, dilanjutkan praktik langsung pembuatan instalasi. Peserta dilatih mulai dari pemotongan galon, pemasangan media tanam, pengisian air, hingga penebaran benih lele.

Pendampingan dilakukan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Tri Mellyana Efvi Rusinta, Qonitah Nafisah, Muhammad Allif Al Khudzaifi, dan Eva Rizky Maulida. Seluruh rangkaian kegiatan tersusun sistematis dengan pembagian tugas yang jelas, mencerminkan kesiapan teknis dan manajerial tim pengabdian.

Selain aspek teknis, mahasiswa juga menekankan manfaat gizi dari hasil budidaya aquaponik. Ikan lele dikenal sebagai sumber protein, lemak sehat, vitamin B kompleks, serta mineral penting bagi tubuh. Dikombinasikan dengan sayuran hijau, sistem ini mampu mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga secara mandiri.

Tak hanya untuk konsumsi rumah tangga, peserta juga diperkenalkan pada potensi pengembangan aquaponik sebagai usaha skala rumahan dengan nilai ekonomis yang menjanjikan.

Pelatihan ini secara khusus menyasar ibu-ibu PKK sebagai motor penggerak di lingkungan keluarga dan masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan minat untuk mereplikasi sistem aquaponik di rumah masing-masing.

Program pengabdian ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UMG dalam menerapkan ilmu secara aplikatif, sekaligus memperkuat kemandirian pangan desa melalui inovasi yang sederhana, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

(Pan RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama