Rajawali Kompas

Mahasiswa Psikologi UMG Edukasi Siswa SDN Jatirowo 2 tentang Pengelolaan Emosi Sejak Dini

[Foto : Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik memberikan penyuluhan tentang pengenalan dan pengelolaan emosi kepada siswa kelas V dan VI SDN Jatirowo 2, Desa Jatirowo, Selasa (27/1/2026)]
Mojokerto | Rajawali Kompas.com - Penguatan kesehatan mental sejak usia dini menjadi perhatian serius kalangan akademisi. Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik menggelar penyuluhan bertema “Pengenalan Emosi dan Cara Mengelola Perasaan” bagi siswa kelas V dan VI SDN Jatirowo 2, Desa Jatirowo, Kecamatan Dawarblandong, Selasa (27/01/2026).

Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pemahaman dasar mengenai ragam emosi sekaligus cara mengelolanya secara sehat dan konstruktif dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua kelompok, Muhammad Rifqi Hidayat S., menjelaskan bahwa siswa kelas atas sekolah dasar mulai memasuki fase perkembangan emosi yang lebih kompleks. Pada tahap ini, anak tidak hanya menghadapi tuntutan akademik, tetapi juga dinamika pertemanan dan lingkungan keluarga yang dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka.

“Tidak semua anak memahami apa yang sedang mereka rasakan. Padahal, kemampuan mengenali dan mengelola emosi adalah fondasi penting bagi perkembangan karakter dan kesehatan mental di masa depan,” ujarnya.

Penyuluhan disampaikan secara interaktif oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Muhammad Allif Al Khudzaifi dan Arya Abigail Abyantara Akbar. Materi dikemas menggunakan bahasa sederhana dan contoh-contoh situasi yang dekat dengan keseharian siswa.

Anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis emosi seperti senang, sedih, marah, takut, dan kecewa. Melalui diskusi dan sesi tanya jawab, siswa diajak memahami bahwa setiap emosi adalah hal yang wajar, namun perlu disikapi dengan cara yang tepat.

Selain itu, mahasiswa juga mengenalkan teknik sederhana pengelolaan emosi, seperti latihan pernapasan untuk menenangkan diri, berpikir sebelum bertindak, serta pentingnya mengomunikasikan perasaan kepada orang tua maupun guru.

Guru kelas turut mendampingi jalannya kegiatan dan memberikan dukungan agar materi yang disampaikan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Dosen Pembimbing Lapangan, Ifahda Pratama Hapsari, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap edukasi ini mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap kondisi emosional diri mereka, sehingga dapat mengekspresikan perasaan secara positif dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons antusias dari para siswa. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa Psikologi UMG menunjukkan bahwa literasi emosional bukan sekadar teori di ruang kuliah, melainkan bekal nyata yang dapat diterapkan untuk membentuk generasi yang lebih tangguh dan berkarakter.

(Pan RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama