![]() |
| [Foto : Handoko S.H Kepala Desa Menganti Saat Memberikan Sambutan Di Acara Sedekah Bumi Desa Menganti (Sabtu ,24/10/2026)] |
Gresik | Rajawalikompas.com – Pemerintah Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, menggelar tradisi Sedekah Bumi Tahun 2026 di Balai Desa Menganti, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Menganti tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Sedekah Bumi bukan sekedar tradisi turun-temurun, melainkan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, rezeki, dan kehidupan yang diberikan kepada masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan, serta merawat nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Menganti, Handoko S.H, menyampaikan rasa haru dan bahagia melihat kebersamaan masyarakat dalam melestarikan tradisi yang sarat makna tersebut. Ia berharap Desa Menganti senantiasa menjadi desa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang baik, diberkahi, dan senantiasa berada dalam lindungan serta ampunan Allah SWT.
“Sebagai kepala desa, saya merasa terharu sekaligus bahagia melihat kebersamaan masyarakat Desa Menganti. Bagi saya, Sedekah Bumi ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama mensyukuri nikmat Allah SWT, menjaga persaudaraan, dan membangun desa dengan hati yang tulus. Kemajuan desa tidak akan berarti tanpa kerukunan dan kebahagiaan masyarakatnya,” ungkap Handoko.
Di hadapan masyarakat, Handoko juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah sebagai kepala desa masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun kepemimpinan.
“Tidak ada pemimpin yang sempurna. Karena itu, dari hati yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Desa Menganti apabila selama saya memimpin masih ada kekurangan, tutur kata yang kurang berkenan, maupun pelayanan yang belum memenuhi harapan. Amanah ini bukan semata-mata kehormatan bagi saya, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan demi kepentingan masyarakat. Saya berharap kita terus berjalan bersama, saling mengingatkan, saling menguatkan, dan bergotong royong demi Desa Menganti yang semakin baik,” tuturnya.
Menurutnya, kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Perbedaan hendaknya tidak menjadi sekat, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun desa yang harmonis, maju, dan sejahtera.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sedekah Bumi, pada Sabtu malam masyarakat Desa Menganti juga disuguhkan pagelaran wayang kulit dengan dalang Suparno. Pertunjukan seni tradisional tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan kekayaan budaya sekaligus mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda.
Wayang kulit bukan hanya hiburan bagi masyarakat, melainkan juga mengandung pesan moral tentang kejujuran, tanggung jawab, kebijaksanaan, serta perjuangan menegakkan kebaikan.
Sementara itu, puncak acara Sedekah Bumi Desa Menganti dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 mendatang.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Desa Menganti berharap tradisi Sedekah Bumi terus terpelihara dari generasi ke generasi. Lebih dari sekedar perayaan tahunan, tradisi ini diharapkan menjadi pengingat bahwa rasa syukur harus diwujudkan melalui kepedulian, persatuan, gotong royong, dan komitmen bersama dalam membangun desa.
Karena desa yang kuat bukan hanya desa yang berkembang secara fisik, tetapi juga desa yang masyarakatnya hidup rukun, saling menghormati, serta senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama dan Sang Pencipta.
(Dwi RK)
dibaca



Hi Please, Do not Spam in Comments