![]() |
| [Foto : Bupati Gresik Gus Yani bersama jajaran Forkopimcam dan tamu undangan dalam kegiatan Rembuk Akur 2026 di Kecamatan Menganti, Sabtu (24/10/2026)] |
Mengusung tema “Gresik Lebih Baik Bersama Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani”, kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, legislatif, pemerintah kecamatan, serta masyarakat dari Kecamatan Menganti dan Kedamean untuk membahas akses layanan publik dan penguatan perlindungan sosial.
Dalam forum tersebut, Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menyosialisasikan pentingnya Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari transformasi pelayanan administrasi kependudukan. Ia sekaligus memperkenalkan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang menurut keterangan dalam kegiatan tersebut dijadwalkan diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto pada 10 November 2026.
Gus Yani menjelaskan, Perlinsos diharapkan menjadi saluran komunikasi yang memudahkan masyarakat menyampaikan informasi mengenai kebutuhan bantuan sosial. Melalui sistem tersebut, partisipasi warga diharapkan dapat membantu pemerintah mengenali masyarakat yang membutuhkan dukungan.
“Program Perlinsos ini akan segera di-launching oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2026. Artinya, Bapak Presiden membuka secara langsung kanal komunikasi antara Presiden dengan rakyatnya melalui Perlinsos, karena nantinya segala bantuan pemerintah akan dilewatkan melalui Perlinsos,” ujar Gus Yani.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan pendaftaran dan aktivasi IKD. Selain mendukung digitalisasi administrasi kependudukan, langkah tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi warga untuk terlibat sebagai relawan Perlinsos.
Peran relawan dinilai penting karena persoalan kesejahteraan tidak selalu dapat diketahui hanya melalui laporan formal. Warga yang mengenal kondisi lingkungan sekitarnya dapat membantu menyampaikan informasi mengenai tetangga atau masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Dengan keterlibatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat kebijakan, tetapi juga berperan aktif dalam membantu mengidentifikasi kebutuhan sosial di lingkungannya.
Meski demikian, informasi dan usulan mengenai calon penerima bantuan tetap harus melalui pendataan serta verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Mekanisme ini penting agar penyaluran bantuan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Kegiatan Rembuk Akur 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik dr. Ummi Khoiroh, M.Kes., Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik Drs. Muhammad Hari Syawaludin, M.M., Wakil Ketua DPRD Gresik dari Fraksi PDI Perjuangan H. Mujid Riduan, S.H., serta Camat Kedamean Irwanto, S.T., bersama para undangan lainnya.
Kehadiran perangkat daerah terkait menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai layanan administrasi kependudukan digital dan mekanisme perlindungan sosial.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap literasi digital masyarakat semakin meningkat dan kepedulian sosial tumbuh dari lingkungan terdekat. Sinergi antara pemerintah dan warga diharapkan menjadi fondasi untuk memperluas jangkauan pelayanan, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat lebih mudah teridentifikasi dan memperoleh akses terhadap bantuan sesuai ketentuan.
(Dwi RK)
dibaca


Hi Please, Do not Spam in Comments