Gresik | Rajawalikompas.com — Pesta Rakyat Karnaval Desa Bulu Rejo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah dan penuh warna pada Minggu (11/10/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan perayaan budaya tahunan yang menjadi salah satu puncak peringatan Hari Jadi Desa Bulu Rejo.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak rombongan peserta mulai melintasi Jalan Raya Bulu Rejo. Pawai budaya tersebut melewati sejumlah titik keramaian, mulai dari depan Pasar Tradisional Bulu Rejo, depan Kantor Kecamatan Benjeng, hingga berakhir di Lapangan Radesblue, Desa Bulu Rejo.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan warga dari berbagai wilayah. Sejumlah pengunjung dari luar desa, termasuk rombongan dari Kecamatan Cerme, turut hadir untuk menikmati kemeriahan karnaval tersebut.
Karnaval dipimpin langsung oleh Kepala Desa Bulu Rejo, Imam Sofwan, S.Sos. Dengan mengenakan pakaian adat, ia berjalan di barisan terdepan sembari menyapa masyarakat yang memadati sepanjang rute kegiatan.
Iringan musik DJ, pertunjukan peserta, serta penampilan berbagai kelompok masyarakat menambah semarak suasana. Warga tampak menikmati hiburan dengan berjoget mengikuti irama musik, sementara penonton lainnya mengabadikan momen perayaan bersama keluarga.
Perpaduan seni, hiburan, dan partisipasi masyarakat menjadikan karnaval tersebut sebagai tontonan terbuka yang menarik perhatian warga Kecamatan Benjeng dan sekitarnya.
Salah satu kontingen yang mencuri perhatian menampilkan kostum bernuansa merah menyala dengan sentuhan motif kain tradisional dan unsur budaya Nusantara.
Peserta dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa tampil mengenakan mahkota adat, kain songket, serta aksesori bernuansa keemasan. Penampilan mereka menunjukkan kreativitas dan kesungguhan peserta dalam mempersiapkan diri untuk memeriahkan perayaan desa.
Seorang anak kecil yang tampil di barisan depan dengan mahkota keemasan turut menjadi perhatian pengunjung. Banyak warga mengabadikan penampilan tersebut melalui kamera telepon genggam.
Kemegahan visual karnaval semakin terasa dengan kehadiran rombongan sound system horeg yang dilengkapi tata cahaya. Sebelumnya, persiapan teknis berupa pengecekan suara atau sound check telah dilakukan pada malam menjelang pelaksanaan acara.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bulu Rejo, Imam Sofwan, S.Sos., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, karnaval tahun ini sangat meriah. Ini bukan sekadar pesta, tetapi wujud syukur kita, wujud kebersamaan dan gotong royong warga Bulu Rejo. Terima kasih kepada seluruh RT/RW, karang taruna, dan Forkopimcam Benjeng yang telah hadir dan mendukung. Semoga Bulu Rejo semakin maju, rukun, dan sejahtera,” ungkap Imam Sofwan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perayaan Hari Jadi Desa tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial, menjaga kerukunan, serta memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan desa.
Sementara itu, Camat Benjeng, Nurul Fuad, menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan masyarakat Desa Bulu Rejo yang terus menjaga tradisi karnaval sebagai agenda budaya yang positif.
Sepanjang pelaksanaan kegiatan, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta dari tepi jalan. Warga datang bersama keluarga, duduk berjejer di sepanjang rute, dan memberikan sambutan kepada setiap kontingen yang melintas.
Kegiatan berlangsung hingga petang dalam situasi yang dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan dilakukan oleh jajaran Polsek dan Koramil Benjeng untuk mendukung kelancaran kegiatan serta menjaga ketertiban masyarakat.
Pesta Rakyat Karnaval Desa Bulu Rejo tahun ini menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi lokal. Melalui kreativitas peserta, dukungan pemerintah desa, serta partisipasi warga, perayaan tersebut diharapkan terus menjadi agenda budaya yang memperkuat identitas desa sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan budaya Nusantara.
Karnaval bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan cerminan gotong royong, persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap desa serta warisan budaya Indonesia.
(Fakhri RK)
dibaca



