Pasuruan | Rajawalikompas.com – Konsistensi pelestarian budaya di tingkat akar rumput kembali menunjukkan taringnya. Sangheyang Hamim, Presiden Repoeblik Ngopi sekaligus Duta Wisata Internasional, melakukan kunjungan strategis ke Jogjan Joglo Kejayan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian misinya mengitari kawasan Gunung Arjuna yang digaungkan sebagai Induk Peradaban Dunia.
Dalam kunjungan tersebut, Sangheyang Hamim disambut langsung oleh pemilik sekaligus tokoh budaya setempat, Mbah Hasto. Pertemuan dua tokoh ini memancarkan aura heritage yang kuat, terlebih dengan latar belakang dua unit Vespa klasik koleksi Mbah Hasto lansiran tahun 1951 (model Faro Basso) dan tahun 1956, yang kondisinya masih terawat orisinal.
Namun, di balik estetika skuter antik tersebut, sebuah misi besar pariwisata sedang digodok. Mbah Hasto, yang juga merupakan seorang dalang, melempar gagasan visioner untuk mentransformasikan Joglo Kejayan menjadi destinasi wisata berbasis pedalangan. Tempat ini diproyeksikan menjadi benteng pertahanan seni karawitan dan pedalangan Gagrak Surakarta di tengah dominasi karakter cekdong (Jawa Timuran).
Komitmen ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Joglo Kejayan secara swadaya telah konsisten menggelar latihan rutin setiap hari Rabu, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, dengan melibatkan mentor profesional serta pengrawit lintas generasi.
Mbah Hasto mengungkapkan bahwa dirinya telah proaktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Ia tercatat sudah sowan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan, serta berdiskusi langsung dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan guna membahas peran strategis Joglo Kejayan dalam peta wisata daerah.
Meski demikian, jalan menuju destinasi wisata resmi regulasi pemerintah menuntut pemenuhan aspek legal formal. Menanggapi persyaratan administratif yang diajukan oleh pihak Pemkab, Mbah Hasto menegaskan kesiapannya.
"Kami menyadari ada beberapa syarat formal yang memang harus dipenuhi, termasuk legalitas Kemenkumham dan beberapa dokumen pendukung lainnya. Dalam waktu dekat, pihak kami akan segera memenuhinya," ujar Mbah Hasto dalam sesi diskusi tersebut.
Pemenuhan legalitas Kemenkumham ini dinilai sebagai langkah krusial. Tanpa payung hukum yang sah, potensi besar Joglo Kejayan akan sulit diintegrasikan ke dalam program bantuan pemerintah, kurikulum muatan lokal sekolah, maupun kerja sama profesional dengan agen travel internasional.
Dengan gerak cepat pemenuhan aspek hukum ini, Joglo Kejayan bersiap melompat dari sekadar ruang kumpul komunitas menjadi episentrum edu-wisata kebudayaan resmi yang diakui negara.
(Tim)
dibaca


