Gresik | Rajawalikompas.com — Tradisi Sedekah Bumi Desa Menunggal, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, kembali digelar meriah pada Sabtu (19/09/2026). Dikemas bersamaan dengan karnaval budaya, kegiatan tahunan tersebut berlangsung semarak, sakral dan spektakuler, dengan melibatkan 18 RT se-Desa Menunggal.
Ribuan mata warga tertuju pada arak-arakan karnaval yang menampilkan beragam kreativitas masyarakat. Setiap RT hadir membawa ciri khas dan kreasi masing-masing, menjadikan rangkaian Sedekah Bumi bukan sekadar hiburan, tetapi juga sebuah perwujudan nyata dari semangat gotong royong, kebersamaan dan pelestarian budaya lokal.
Yang membuat perhelatan tahun ini semakin istimewa adalah kuatnya nuansa tradisi yang tetap dipertahankan di tengah kemasan karnaval yang modern dan atraktif. Sedekah Bumi menjadi simbol rasa syukur masyarakat Desa Menunggal atas segala limpahan rezeki, keselamatan dan keberkahan, sekaligus doa bersama agar kehidupan masyarakat ke depan senantiasa diberikan ketenteraman.
Kepala Desa Menunggal, Setya Dwi Irianto, saat melepas peserta karnaval menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan bagian penting dari tradisi masyarakat yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Sedekah Bumi bukan hanya sebuah kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk bersyukur sekaligus mempererat persaudaraan. Saya berharap seluruh masyarakat dapat menjaga kerukunan, kebersamaan dan gotong royong, sehingga tradisi ini terus hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya."
Sementara itu, Ketua Panitia Aripin menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi menyukseskan rangkaian kegiatan.
“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya 18 RT yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat. Kegiatan ini bukan hanya tentang kemeriahan karnaval, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga tradisi Sedekah Bumi sebagai bagian dari identitas dan budaya Desa Menunggal." Ujar Aripin
Tingginya antusiasme masyarakat membuat pengamanan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan. Polsek Kedamean bersama Koramil Kedamean memberikan pengawalan dan pengamanan di sepanjang jalur karnaval.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan arus peserta maupun masyarakat yang menyaksikan kegiatan tetap tertib dan seluruh rangkaian acara dapat berlangsung aman serta kondusif.
Kehadiran aparat keamanan sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang memadati sejumlah titik sepanjang rute karnaval.
Keterlibatan 18 RT menjadi salah satu daya tarik utama Sedekah Bumi Desa Menunggal tahun ini. Kreativitas warga ditampilkan dalam berbagai bentuk, menjadikan karnaval sebagai panggung besar yang memperlihatkan kekayaan ide dan semangat kebersamaan masyarakat.
Setiap rombongan membawa identitas dan kreativitasnya masing-masing. Perbedaan konsep justru menjadi warna yang memperkaya kemeriahan acara.
Di balik kemegahan karnaval tersebut, terdapat pesan yang jauh lebih dalam: Sedekah Bumi adalah milik seluruh masyarakat.
Tradisi ini menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi dan memperkuat rasa memiliki terhadap desa.
Sedekah Bumi merupakan agenda rutin tahunan Desa Menunggal. Dari tahun ke tahun, tradisi tersebut terus dikembangkan dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Perpaduan antara tradisi, doa, budaya dan kreativitas warga membuat Sedekah Bumi Desa Menunggal memiliki karakter tersendiri.
Kemeriahan karnaval hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan makna Sedekah Bumi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya rasa syukur, guyub rukun dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada akhirnya, Sedekah Bumi Desa Menunggal bukan hanya menghadirkan kemeriahan di jalanan desa. Ia menghadirkan sebuah pesan bahwa budaya akan tetap hidup ketika masyarakat mau menjaga, merawat dan mewariskannya.
Dengan balutan tradisi yang sakral serta kreativitas karnaval yang spektakuler, Sedekah Bumi Desa Menunggal 2026 menjadi gambaran kuat tentang bagaimana sebuah desa mampu merawat warisan budaya sekaligus menghadirkan pesta rakyat yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.
(Dwi RK)
dibaca
