Gresik | Rajawalikompas.com — Upaya memperkuat kemitraan antara insan media dan institusi militer terus dilakukan Persatuan Jurnalis Gresik Bersatu (PJGB). Senin (8/9/2026),melalui Humas PJGB Gresik, H. Syaiful, bersilaturahmi ke Markas Subdenpom V/4-2 Gresik di Jalan Kartini, Kecamatan Kebomas.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyampaikan ucapan selamat atas pergantian kepemimpinan di lingkungan Subdenpom V/4-2 Gresik.
Jabatan Komandan Subdenpom V/4-2 Gresik kini resmi diemban Kapten Cpm Maskun, menggantikan Kapten Cpm I Nyoman Gde Budearta yang mendapat amanah baru sebagai Danstlak Lidpamfik Pomdam V/Brawijaya.
Dalam pertemuan tersebut, H. Syaiful menegaskan bahwa kehadiran PJGB bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan hubungan kemitraan yang telah terbangun antara media dengan aparat penegak hukum militer di wilayah Gresik.
“Ini sebagai bentuk silaturahmi dan ucapan selamat atas pergantian kepemimpinan di Markas Subdenpom V/4-2 Gresik,” ujar Syaiful.
Menurutnya, pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk membangun komunikasi yang semakin baik. PJGB, kata dia, berkomitmen melanjutkan hubungan positif yang telah terjalin pada masa kepemimpinan sebelumnya.
“Kami ingin melanjutkan kemitraan yang selama ini telah terbangun dengan pemimpin sebelumnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kapten Cpm Maskun menyambut baik kunjungan Humas PJGB. Ia berharap komunikasi dan sinergi antara Subdenpom V/4-2 Gresik dengan insan media dapat terus berjalan secara positif.
“Terima kasih atas kunjungannya PJGB. Semoga ke depannya semakin bersinergi,” ungkap Kapten Maskun.
Ia juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan media, dapat menjadi bagian dari ikhtiar dalam menjalankan amanah barunya sebagai Komandan Subdenpom V/4-2 Gresik.
“Semoga saya bisa membawa amanah baru yang saya emban untuk memimpin di Gresik,” pungkasnya.
Silaturahmi tersebut menjadi penanda awal komunikasi dengan kepemimpinan baru. Di tengah dinamika informasi yang semakin cepat, hubungan konstruktif antara media dan institusi negara menjadi penting, terutama untuk membangun komunikasi publik yang sehat, profesional, dan tetap berlandaskan kepentingan masyarakat.
Bagi PJGB, sinergi bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol media. Sebaliknya, kemitraan yang sehat justru diharapkan mampu membuka ruang komunikasi yang lebih luas, sehingga informasi mengenai tugas dan pelayanan institusi dapat tersampaikan kepada masyarakat secara proporsional dan berimbang.
(Dwi RK)
dibaca
