Pasuruan | Rajawalikompas.com — Puluhan perwakilan serikat pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menggelar rapat koordinasi di kawasan Taman Dayu, Pasuruan, hari ini.Senin (28/09/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi penting bagi jajaran pengurus serikat pekerja untuk menyatukan langkah di tengah dinamika hubungan industrial dan perubahan kebijakan ketenagakerjaan yang terus berkembang.
Rapat koordinasi berlangsung di kantor bersama yang dipimpin Ketua PC FSP RTMM-SPSI Kabupaten Pasuruan, Suherman, S.H. Sejumlah perwakilan pengurus unit kerja (PUK) dari berbagai perusahaan hadir dalam agenda tersebut.
Bukan sekedar forum administratif, pertemuan itu diarahkan sebagai konsolidasi organisasi untuk memperkuat posisi serikat pekerja dalam mengawal kepentingan dan hak-hak pekerja di tengah kompleksitas persoalan ketenagakerjaan.
Dalam arahannya, Suherman menekankan pentingnya membangun soliditas dan komunikasi yang intensif antarpengurus PUK di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, kekuatan serikat pekerja tidak hanya ditentukan oleh besarnya jumlah anggota, tetapi juga oleh kemampuan organisasi membangun koordinasi, menyatukan sikap, serta merespons persoalan ketenagakerjaan secara terukur.
“Rapat koordinasi hari ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan momentum krusial untuk memperkuat barisan serikat pekerja di Kabupaten Pasuruan dalam mengawal regulasi ketenagakerjaan, hak-hak normatif pekerja, serta mempersiapkan agenda perjuangan kesejahteraan buruh ke depan.”
Pesan tersebut menempatkan konsolidasi organisasi sebagai bagian penting dalam menjaga keberlangsungan hubungan industrial yang sehat. Di satu sisi, serikat pekerja dituntut mampu memperjuangkan kepentingan anggotanya. Di sisi lain, komunikasi dan koordinasi menjadi instrumen untuk mendorong penyelesaian persoalan ketenagakerjaan secara konstruktif.
Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan dalam forum tersebut. Di antaranya penguatan perlindungan tenaga kerja lokal, advokasi jaminan sosial, hingga langkah antisipatif menghadapi perubahan regulasi di sektor industri.
Isu-isu tersebut dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan kepastian dan perlindungan pekerja. Karena itu, serikat pekerja perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap perkembangan kebijakan ketenagakerjaan agar dapat menjalankan fungsi advokasi secara efektif.
Dalam konteks Kabupaten Pasuruan yang memiliki kawasan industri dan basis pekerja yang tersebar di berbagai perusahaan, koordinasi antarsatuan organisasi menjadi semakin penting. Perbedaan persoalan di masing-masing perusahaan membutuhkan komunikasi yang terstruktur agar aspirasi pekerja tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pertemuan di Taman Dayu tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi yang lebih terarah di antara jajaran serikat pekerja di Kabupaten Pasuruan.
Sejumlah kesepakatan internal dan rekomendasi dihasilkan untuk selanjutnya dibawa ke jenjang koordinasi yang lebih tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan berbagai persoalan ketenagakerjaan memperoleh perhatian dan penanganan secara terkoordinasi.
Bagi KSPSI di Kabupaten Pasuruan, konsolidasi semacam ini bukan semata-mata agenda rutin organisasi. Ia menjadi ruang untuk membaca perubahan situasi ketenagakerjaan, mengidentifikasi persoalan di lapangan, sekaligus menyusun langkah bersama dalam memperjuangkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
Di tengah perubahan regulasi dan dinamika industri, soliditas organisasi menjadi modal penting. Namun, konsolidasi juga menuntut kemampuan serikat pekerja untuk mengedepankan data, argumentasi, serta dialog dalam setiap langkah advokasi.
Dengan agenda tersebut, rapat koordinasi KSPSI di Taman Dayu menjadi penanda bahwa suara pekerja di Kabupaten Pasuruan tengah diarahkan untuk tidak hanya terdengar lebih kuat, tetapi juga lebih terorganisasi, terukur, dan memiliki pijakan yang jelas dalam menghadapi dinamika hubungan industrial.
(Hamim RK)
dibaca


