Cilacap | Rajawalikompas.com — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,3 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 12.05 WIB. Gempa yang berpusat di laut tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 8,34 derajat Lintang Selatan dan 109,19 derajat Bujur Timur, sekitar 59 kilometer sebelah selatan Kota Cilacap, dengan kedalaman 69 kilometer.
Hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 08.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap menyatakan belum menerima laporan adanya korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Pemantauan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, serta relawan di 24 kecamatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak yang belum terlaporkan.
Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di sejumlah wilayah, antara lain Cilacap, Kebumen, Bantul, Purwokerto, dan Kulonprogo. Getaran juga dilaporkan terasa hingga Pangandaran, Pacitan, Sleman, dan Wonogiri.
Meski getaran dirasakan cukup luas, hingga pemantauan terakhir tidak ditemukan indikasi kerusakan signifikan maupun korban akibat gempa.
BMKG juga memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga sekitar pukul 12.40 WIB, belum tercatat adanya gempa susulan.
Dampak kewaspadaan pascagempa juga dirasakan pada sektor transportasi kereta api. PT KAI Daop 5 Purwokerto menghentikan sementara 21 perjalanan kereta api sebagai langkah antisipasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jalur dan prasarana perkeretaapian.
Pengoperasian perjalanan kereta akan kembali dilakukan setelah seluruh jalur dan infrastruktur dinyatakan aman. Langkah penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan kereta tidak dilakukan sebelum kondisi prasarana benar-benar dipastikan layak dan aman.
BPBD Kabupaten Cilacap mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Warga juga diminta tidak menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama informasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat setempat atau BPBD apabila menemukan kerusakan pada rumah, bangunan, maupun fasilitas umum setelah gempa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama relawan untuk tetap siaga dan melakukan pemantauan di lapangan.
“Kami sudah menginstruksikan TRC BPBD dan relawan untuk siaga. Saat ini fokus kami adalah pemantauan dan pendataan cepat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap.
BPBD memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan sekaligus memastikan tidak ada dampak gempa yang luput dari pendataan.
ARIF RK
dibaca


