Rajawali Kompas

Bak Jalur Tengkorak Kurangnya Penerangan Kutoarjo-Ketawang Rawan Terjadi Kecelakaan


Purworejo | Rajawalikompas.com — Persoalan penerangan jalan di ruas Kutoarjo–Ketawang, Kabupaten Purworejo, mulai menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah lampu penerangan jalan dilaporkan tidak berfungsi dan kondisi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama.

Ironisnya, hingga kini masyarakat mengaku belum melihat adanya tindakan perbaikan yang berarti dari instansi terkait.

Berdasarkan pengecekan lapangan yang dilakukan awak media, kondisi lampu penerangan yang tidak berfungsi terlihat mulai dari kawasan Jembatan Semawung ke arah selatan. Dalam penelusuran tersebut, sedikitnya ditemukan tujuh titik lampu penerangan jalan dalam kondisi mati.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena sejumlah titik ruas jalan terlihat minim penerangan ketika malam hari. Kondisi ini berpotensi mengurangi jarak pandang pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Bagi warga, persoalan tersebut bukan sekadar soal fasilitas jalan yang mati. Penerangan pada malam hari menyangkut aspek keamanan dan keselamatan para pengguna jalan.

Ruas Kutoarjo–Ketawang merupakan jalur yang cukup sering dilalui kendaraan. Ketika sejumlah titik berada dalam kondisi minim penerangan, pengendara harus lebih berhati-hati dalam mengantisipasi kondisi jalan maupun kendaraan lain yang melintas.

Masyarakat menilai kondisi jalan yang gelap berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang pengendara menjadi terbatas.

“Sudah cukup lama lampunya mati. Kalau malam beberapa titik gelap. Kami berharap segera ada perhatian dan diperbaiki,” ujar salah seorang warga.

Hasil pengecekan lapangan tersebut sekaligus memperkuat keluhan masyarakat mengenai kondisi penerangan di ruas tersebut. Dari sedikitnya tujuh titik lampu yang ditemukan mati, publik tentu berharap ada respons dari instansi yang memiliki kewenangan.

Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan pengecekan secara menyeluruh, termasuk memastikan jumlah lampu yang mengalami kerusakan, penyebab tidak berfungsinya penerangan, serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Pertanyaannya sederhana: jika penerangan jalan merupakan bagian dari fasilitas keselamatan pengguna jalan, sampai kapan lampu yang mati akan dibiarkan?

Masyarakat tidak ingin persoalan baru mendapat perhatian setelah terjadi insiden. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting sebelum potensi risiko tersebut benar-benar berubah menjadi kecelakaan.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh keterangan dari dinas atau instansi yang memiliki kewenangan terkait pengelolaan dan perbaikan penerangan jalan di ruas Kutoarjo–Ketawang.

Publik kini menunggu bukan sekadar penjelasan, tetapi tindakan nyata. Sebab, jalan yang aman bukan hanya ditentukan oleh kondisi aspal, tetapi juga oleh tersedianya penerangan yang memadai bagi masyarakat yang menggunakan jalan pada malam hari.


(Widi RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama