Rajawali Kompas

Polwan Sapa Peserta Aksi di Depan DPR, Pendekatan Humanis Polri Warnai Pengamanan Penyampaian Aspirasi

[Foto : Polwan Polda Metro Jaya membagikan makanan dan minuman kepada peserta penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).]
Jakarta | Rajawalikompas.com — Suasana penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), diwarnai pendekatan humanis dari jajaran Polda Metro Jaya. Sejumlah polisi wanita (Polwan) bersama personel kepolisian turun langsung menyapa peserta aksi sekaligus membagikan makanan dan minuman.

Di tengah aktivitas pengamanan, para Polwan terlihat membawa kotak berisi makanan dan menghampiri peserta yang tengah duduk maupun beristirahat di sekitar lokasi. Makanan dan minuman diberikan secara langsung sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi.

Interaksi antara polisi dan peserta aksi berlangsung dalam suasana hangat. Sejumlah peserta menerima pemberian tersebut sembari berbincang dengan personel kepolisian yang berada di lapangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Pengamanan kegiatan penyampaian pendapat tidak semata-mata diarahkan pada aspek ketertiban, tetapi juga pelayanan dan pendekatan persuasif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan penyampaian aspirasi harus tetap mengedepankan sikap humanis.

“Saudara-saudara kita yang hadir merupakan para pejuang aspirasi. Makanan dan minuman ini adalah bentuk kepedulian serta kebersamaan. Kami ingin aspirasi dapat disampaikan dalam suasana yang aman, tertib, dan damai,” ujar Budi Hermanto.

Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara. Karena itu, kepolisian berupaya memastikan ruang demokrasi tetap berjalan dengan mengedepankan keamanan, ketertiban, serta penghormatan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

Budi juga mengimbau seluruh peserta agar bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Peserta diminta tidak mudah terprovokasi dan tetap mengikuti arahan petugas selama kegiatan berlangsung.

“Penyampaian pendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Mari kita jaga bersama agar kegiatan berjalan tertib dan damai. Polri menjaga demokrasi untuk masyarakat,” katanya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengamanan aksi tidak selalu identik dengan tindakan represif. Kehadiran polisi juga dapat diwujudkan melalui komunikasi, pelayanan, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Di tengah dinamika penyampaian aspirasi di ruang publik, sikap humanis menjadi salah satu elemen penting untuk membangun suasana yang saling menghormati. Ketika masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan aparat menjalankan tugas secara persuasif, ruang demokrasi diharapkan tetap terjaga dalam suasana yang tertib, damai, dan bermartabat.

(Arya RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama