Rajawali Kompas

Polwan Polres Lamongan Masuk Sekolah, Perkuat Edukasi Pelajar tentang Bullying, Narkoba, dan Tertib Berlalu Lintas

[Foto : Polwan Polres Lamongan memberikan edukasi kepada para pelajar SMA Negeri 2 Lamongan dalam kegiatan Polwan Goes to School, Senin (24/8/2026)]
Lamongan | Rajawalikompas.com - Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif terus dilakukan Kepolisian Resor Lamongan. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78, jajaran Polwan Polres Lamongan menggelar kegiatan “Polwan Goes to School” di SMA Negeri 2 Lamongan, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu masa depan generasi muda.

Sejumlah isu strategis disampaikan kepada para siswa, mulai dari pencegahan perundungan (bullying), bahaya penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.

Edukasi tersebut dinilai penting mengingat pelajar merupakan kelompok yang berada pada fase pembentukan karakter sekaligus menghadapi berbagai tantangan sosial. Karena itu, pendekatan pencegahan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi yang dekat dengan lingkungan pendidikan.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, S.Pd., mengatakan kegiatan Polwan Goes to School merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai sejumlah perilaku yang dapat berdampak serius terhadap kehidupan mereka.

“Melalui kegiatan Polwan Goes to School ini, kami memberikan edukasi kepada para pelajar tentang bahaya bullying, narkoba, kenakalan remaja, serta pentingnya tertib berlalu lintas. Kami berharap para siswa dapat menjadi generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab dan mampu menjauhi berbagai perilaku negatif,” ujarnya.

Menurut Hamzaid, pendekatan humanis menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan antara kepolisian dan generasi muda. Interaksi langsung dengan pelajar diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang sehat sehingga siswa tidak ragu menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Kedekatan tersebut sekaligus mempertegas bahwa peran kepolisian di lingkungan pendidikan tidak berhenti pada aspek penegakan hukum. Polri juga memiliki peran dalam membangun kesadaran, memberikan perlindungan, serta mendorong terciptanya ruang pendidikan yang aman bagi siswa.

“Polwan akan terus hadir di tengah generasi muda melalui kegiatan edukatif dan humanis. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat membangun citra positif Polri sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, sekolah dan para pelajar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan kondusif,” kata Hamzaid.

Kegiatan di SMA Negeri 2 Lamongan tersebut mendapat respons positif dari para pelajar. Antusiasme siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan dialogis dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada generasi muda.

Melalui kegiatan semacam ini, Polres Lamongan berupaya memperkuat sinergi dengan institusi pendidikan. Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan pelajar menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang mampu mencegah bullying, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, serta pelanggaran lalu lintas sejak dini.

(Rev RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama