Rajawali Kompas

Perkuat Warisan Leluhur, Tokoh Budaya Lintas Negara Bentuk International Nusantara Cultural Forum (INCAF)


Jakarta | Rajawalikompas.com – Dalam upaya memperkuat pelestarian warisan leluhur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara, para tokoh budayawan lintas negara resmi membentuk International Nusantara Cultural Forum (INCAF). Forum komunikasi ini didirikan sebagai wadah silaturahmi dan koordinasi strategis guna memperkuat sinergisitas pelestarian budaya Nusantara secara global.

Dalam konteks historis, istilah Nusantara yang diusung forum ini merujuk pada seluruh gugusan kepulauan di Asia Tenggara, yang mencakup Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Filipina.

Gagasan besar ini diinisiasi oleh budayawan asal Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara, Stenly Diover, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA). Ide pembentukan INCAF tersebut lahir di sela-sela kunjungan budaya Stenly Diover ke Malaysia pada September 2025 lalu.

Setelah melalui rangkaian koordinasi intensif, gagasan ini mendapat sambutan hangat dari sejumlah tokoh kebudayaan penting. Di antaranya adalah Ika Ayu Arianti, budayawan asal Jawa Barat, serta Mohammad Syamsul Ridhuan Bin Masri, seorang seniman dan budayawan terkemuka dari Selangor Darul Ehsan, Malaysia dan Puan Datin Seri Mayya Salah Satu Seniman dan Budayawan dari Negeri Malaysia.

Mohammad Syamsul Ridhuan Bin Masri, yang juga aktif bergerak di industri musik Malaysia, kemudian menjadi salah satu tokoh inti dalam proses perumusan dan terbentuknya forum internasional ini.

Saat ini, INCAF telah mengagendakan sejumlah program kerja kolaboratif. Fokus utama gerakan ini meliputi pelestarian kebudayaan Nusantara secara masif serta pertukaran informasi secara berkala terkait adat, tradisi, dan kebudayaan lintas negara.

Tidak berhenti pada koridor Indonesia-Malaysia, dewan pendiri INCAF mengonfirmasi bahwa saat ini mereka tengah aktif membangun komunikasi dan menjajaki kemitraan strategis dengan berbagai lembaga kebudayaan dari Brunei Darussalam dan Singapura untuk memperluas jangkauan gerakan.

Ketua Umum AMBA SULTRA sekaligus inisiator INCAF, Stenly Diover, menegaskan bahwa forum ini tidak hanya sekadar menjadi ruang nostalgia sejarah, melainkan sebuah gerakan progresif yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Gerakan ini adalah upaya nyata dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya di negara-negara kawasan. Kami berharap, kolaborasi internasional ini mampu meningkatkan value (nilai tambah) pada objek-objek budaya yang kita angkat, sehingga berdampak positif pada sektor ekonomi dan pariwisata regional,” ujar Stenly.

Dengan terbentuknya INCAF, diharapkan soliditas antarnegara serumpun dapat semakin kokoh, sekaligus mampu menempatkan kekayaan budaya Nusantara sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi kreatif di kancah global.

(Hamim RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama