![]() |
| [Foto : Mujiono Bakal Calon Kepala Desa Bakulan Kemangkon] |
Mujiono, yang lahir pada 3 Agustus 1973 dan berdomisili di Desa Bakulan RT 12/RW 05, membawa visi “Melayani untuk Lebih Baik” sebagai pijakan gagasan yang ingin ditawarkan kepada masyarakat Desa Bakulan.
Visi tersebut menggambarkan keinginannya untuk mendorong pemerintahan desa yang lebih dekat dengan masyarakat, mengutamakan pelayanan, serta membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka dan bertanggung jawab.
Dalam gagasan yang diperkenalkannya, Mujiono menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai salah satu prioritas utama. Ia membawa komitmen untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati, dengan harapan pelayanan pemerintahan desa dapat berjalan lebih responsif dan mampu menjawab kebutuhan warga.
Salah satu poin yang menjadi perhatian Mujiono adalah persoalan transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa.
Ia mengusung gagasan transparansi pengelolaan dana desa, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga laporan pertanggungjawaban.
Menurut konsep yang ditawarkannya, keterbukaan dalam pengelolaan pemerintahan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Warga juga diharapkan dapat mengetahui arah pembangunan dan pengelolaan anggaran desa secara terbuka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain pelayanan dan transparansi, Mujiono juga membawa gagasan mengenai revitalisasi aset-aset desa.
Potensi aset desa, menurut gagasan tersebut, perlu dikelola dan dikembangkan secara lebih optimal sehingga dapat memberikan nilai manfaat bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Upaya tersebut juga berkaitan dengan penguatan sektor ekonomi desa melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Mujiono menilai BUMDes dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong kegiatan ekonomi masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi desa apabila dikelola secara profesional dan sesuai dengan potensi yang dimiliki Desa Bakulan.
Mengikuti perkembangan teknologi, Mujiono juga memasukkan digitalisasi administrasi pemerintahan desa dalam gagasan yang dibawanya.
Digitalisasi diharapkan dapat membantu menciptakan administrasi pemerintahan yang lebih tertib, efektif dan efisien. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepada masyarakat.
Pembangunan desa, dalam pandangan Mujiono, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, salah satu misinya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan ekonomi dan pemberdayaan BUMDes.
Gagasan tersebut diarahkan agar masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang secara ekonomi dan ikut mengambil peran dalam pembangunan desa.
Dalam memperkenalkan dirinya kepada masyarakat, Mujiono membawa jargon “MUJIONO JUARA”, dengan semangat:
JUJUR
AMANAH
MERAKYAT
Jargon tersebut menjadi gambaran nilai yang ingin dikedepankan oleh Mujiono dalam pencalonannya sebagai bakal calon kepala desa.
Sebagai Bacakades, Mujiono kini memperkenalkan visi dan misi yang menurutnya dapat menjadi arah pembangunan Desa Bakulan apabila kelak memperoleh kepercayaan masyarakat dan melalui seluruh tahapan pencalonan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan visi “Melayani untuk Lebih Baik”, gagasan yang dibawa Mujiono mencakup penguatan pelayanan masyarakat, transparansi pengelolaan dana desa, optimalisasi aset desa, digitalisasi administrasi pemerintahan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes.
Perjalanan menuju Pilkades Desa Bakulan masih akan mengikuti tahapan dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, masyarakat nantinya memiliki ruang untuk mencermati setiap gagasan dan visi yang ditawarkan para bakal calon sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat desa.
(Gandul RK)
dibaca
