Pasuruan | Rajawalikompas.com – Musibah kecelakaan kerja menimpa Muhammad Mauliddani, putra kedua tokoh budaya dan pegiat pariwisata Jawa Timur, Sangheyang Hamim. Korban mengalami luka bakar serius setelah tersiram air panas saat menjalankan aktivitas di tempatnya bekerja, hingga sempat kehilangan kesadaran dan harus mendapatkan penanganan medis secara intensif.
[Foto : Muhammad Mauliddani tampak menjalani perawatan di ruang rawat RS Sahabat, Pasuruan. Lengan kanannya dibalut perban medis setelah mengalami luka bakar dalam insiden kecelakaan kerja]
Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi ketika Muhammad Mauliddani sedang bekerja di sebuah kafe. Di lokasi terdapat sebuah wadah yang berisi air mendidih. Tanpa disadari, wadah tersebut tersenggol hingga terbalik dan seluruh isinya menyiram bagian lengan kanan korban.
Akibat siraman air panas tersebut, korban mengalami luka bakar yang cukup serius disertai rasa nyeri luar biasa. Kondisi itu menyebabkan korban pingsan di lokasi kejadian sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit untuk memperoleh pertolongan medis. Korban baru kembali sadar setelah berada di ruang perawatan dan mendapat tindakan darurat dari tim medis.
Saat ini, Muhammad Mauliddani menjalani perawatan intensif di RS Sahabat. Tim medis telah memberikan penanganan terhadap luka bakar yang dialami dengan melakukan perawatan serta membalut lengan kanan korban menggunakan perban medis steril guna mempercepat proses penyembuhan sekaligus meminimalkan risiko infeksi.
Pihak keluarga terus mendampingi proses pemulihan korban dan berharap kondisinya segera membaik sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Dukungan serta doa dari kerabat dan masyarakat diharapkan menjadi penyemangat bagi korban dalam menjalani masa pemulihan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi setiap pelaku usaha untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk memastikan penempatan peralatan maupun cairan panas berada di lokasi yang aman. Penerapan prosedur kerja yang baik diyakini dapat meminimalkan risiko kecelakaan serta melindungi keselamatan para pekerja.
(Hamim RK)
dibaca