Rajawali Kompas

Jenazah Pria Asal Jember Ditemukan di Saluran Irigasi Desa Bangsa, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

[Foto : Petugas kepolisian bersama Tim Inafis melakukan olah TKP dan evakuasi jenazah pria yang ditemukan di aliran irigasi Sipon BS 6, Desa Bangsa, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Jumat (31/7/2026)]
Banyumas | Rajawalikompas.com – Warga Desa Bangsa, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria di aliran irigasi Sipon BS 6 pada Jumat siang (31/7/2026). Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematiannya.

Kapolresta Banyumas, Petrus P. Silalahi, menjelaskan bahwa jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB oleh seorang pedagang yang melintas di lokasi. Saksi melihat tubuh korban terbawa arus dan tersangkut di pintu air BS 6.

"Warga kemudian mengevakuasi korban ke tepi irigasi. Namun saat diangkat, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar Kapolresta.

Mendapat laporan tersebut, Tim Inafis Polresta Banyumas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses identifikasi menggunakan sistem Manajemen Identifikasi (Mambis). Dari hasil identifikasi, korban diketahui berinisial M, seorang laki-laki asal Dusun Tekoan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaus hitam dengan pakaian dalam berwarna merah, celana panjang cokelat tua, serta gelang berwarna kuning, biru, dan oranye di pergelangan tangan kiri. Korban memiliki tinggi badan sekitar 155 sentimeter.

Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis Puskesmas Kebasen bersama Tim Inafis menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Meski terdapat darah yang keluar dari kedua lubang hidung, kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian.

"Pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya luka yang mengarah pada tindak kekerasan. Penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," jelas Kombes Pol. Petrus P. Silalahi.

Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto, guna menjalani visum et repertum.

Polresta Banyumas mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait aktivitas terakhir korban agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian. Diharapkan, informasi tersebut dapat membantu mengungkap secara jelas penyebab kematian korban.

(Gandul RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama