![]() |
| [Foto : Pengusaha Muda Haji Mat Yasin Saat Latihan Bersama Pecatur Cilik Febrian Nurcahyo Di Turnamen Catur Terbuka Pengusaha Muda] |
Ia adalah Febrian Nurcahyo, pecatur cilik kelahiran 2013 asal Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Di usianya yang masih muda, Febrian memiliki semangat besar untuk mengukir prestasi di dunia catur, meski harus berjuang di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya.
Melalui pesan WhatsApp kepada Redaksi Rajawalikompas, sang ayah menceritakan bahwa putranya telah terhenti mengikuti sekolah catur selama hampir satu tahun karena kondisi ekonomi. Namun, keadaan itu tidak memadamkan semangat Febrian untuk terus belajar.
Setiap ada kesempatan, sang ayah mengajak Febrian mendatangi warung-warung tempat para pecatur berkumpul untuk berlatih dan mencari lawan sparing agar kemampuan putranya terus berkembang.
Momentum turnamen ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Febrian. Ia dijadwalkan bertanding di Grup B pada 9 Agustus 2026. Di sela kegiatan turnamen, Febrian bersama sang ayah juga berkesempatan bertemu langsung dengan Pengusaha Muda Haji Mat Yasin (Abah Yasin).
Tak hanya bertemu, Febrian bahkan mendapat kesempatan berlatih catur bersama Abah Yasin, sebuah momen yang menjadi penyemangat tersendiri bagi bocah asal Balongpanggang tersebut untuk terus mengejar cita-citanya sebagai pecatur berprestasi.
Dalam pertemuan itu, sang ayah menyampaikan harapan besarnya. Ia tidak hanya menginginkan putranya dapat terus berlatih dan berprestasi, tetapi juga berharap Balongpanggang memiliki sekolah catur sebagai wadah pembinaan bagi anak-anak yang memiliki bakat serupa.
Menurutnya, banyak anak berbakat di wilayah Balongpanggang yang memiliki potensi, namun belum memiliki akses pembinaan yang memadai. Kehadiran sekolah catur diyakini dapat menjadi ruang lahirnya atlet-atlet baru yang mampu mengharumkan nama Gresik.
Kisah Febrian adalah potret bahwa prestasi tidak hanya dibangun oleh bakat, tetapi juga oleh semangat, kerja keras, dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Semoga langkah kecil seorang bocah dari Desa Ngasin ini menjadi awal lahirnya perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan olahraga catur di Kabupaten Gresik. Sebab di balik senyum dan ketenangannya memainkan bidak catur, tersimpan mimpi besar untuk mengharumkan nama daerah, jika kesempatan itu benar-benar diberikan.
(Redaksi Rajawalikompas)
dibaca


