Peresmian yang dilakukan langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono itu disambut antusias masyarakat. Setelah melalui proses rekonstruksi selama lima bulan, ruas jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer tersebut kini hadir dengan kondisi yang lebih lebar, mulus, dan nyaman, sehingga diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus menjadi pengungkit aktivitas ekonomi di kawasan selatan Banyumas.
Dalam sambutannya, Bupati Sadewo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekedar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Semoga keberadaan jalan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, memperlancar akses transportasi, memudahkan distribusi barang dan hasil pertanian, serta mendukung berbagai aktivitas masyarakat," ujar Sadewo.
Menurutnya, Jalan Pandak–Sibalung memiliki arti strategis karena menjadi penghubung penting antarwilayah sekaligus menopang aktivitas sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.
Dengan kondisi jalan yang kini jauh lebih baik, para petani diharapkan dapat mengangkut hasil panen secara lebih cepat dan efisien, sementara distribusi benih, pupuk, maupun sarana produksi pertanian lainnya menjadi semakin mudah dijangkau.
"Jalan ini bukan sekedar menghubungkan Desa Pandak dan Desa Sibalung, tetapi menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Kami berharap produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan warga ikut terangkat," katanya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun menggunakan anggaran negara.
"Saya minta kepada seluruh masyarakat agar jalan ini dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Infrastruktur yang sudah dibangun dengan biaya besar harus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," pesannya.
Sementara itu, Camat Sumpiuh Pujar Seno menjelaskan bahwa sebelum direkonstruksi, kondisi ruas Jalan Pandak–Sibalung sangat memprihatinkan sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama kendaraan roda empat.
Padahal, jalur tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung Desa Pandak, Kecamatan Sumpiuh, dengan Desa Sibalung, Kecamatan Kemranjen, sekaligus menjadi jalur alternatif ketika terjadi kepadatan lalu lintas di ruas jalan utama.
"Sebelumnya jalan ini bergelombang, sempit, dan sulit dilalui kendaraan. Kini akses masyarakat jauh lebih mudah. Selain menghubungkan dua desa, jalan ini juga menjadi jalur alternatif yang sangat penting bagi mobilitas warga," jelasnya.
Lebih dari sekadar memperlancar arus transportasi, Pujar mengungkapkan bahwa keberadaan jalan yang representatif telah memunculkan pusat-pusat kegiatan ekonomi baru di sepanjang ruas tersebut.
Setiap pagi hingga sore hari, kawasan itu dipadati pedagang yang menjajakan berbagai kebutuhan masyarakat. Diperkirakan terdapat sekitar 100 pedagang yang menggantungkan aktivitas usahanya di sepanjang jalan tersebut, sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat maupun desa.
"Dengan selesainya pembangunan jalan ini, aktivitas ekonomi masyarakat meningkat pesat. Kawasan ini menjadi tempat favorit warga untuk beraktivitas dan berbelanja. Kehadiran sekitar seratus pedagang juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa, termasuk melalui pengelolaan kebersihan kawasan," ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Pandak, Abas Wahyudi, yang menyebut pembangunan ruas Jalan Pandak–Sibalung sebagai berkah besar bagi masyarakat.
Ia menilai keberadaan infrastruktur tersebut akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas, mempercepat mobilitas warga, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah pedesaan.
"Atas nama Pemerintah Desa Pandak, seluruh lembaga desa, dan masyarakat, kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya atas terealisasinya pembangunan jalan ini. Semoga menjadi keberkahan serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.
Rampungnya pembangunan Jalan Pandak–Sibalung menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur di Banyumas tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardesa, memperlancar distribusi hasil pertanian, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(Gandul RK)
dibaca
