Kegiatan yang berlangsung pada Selasa,(11/06/2026), tersebut menjadi bagian dari penguatan langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor transportasi.
Kepala BNNK Gresik AKBP Suharsi, S.H., M.Si., bersama jajaran, hadir dalam kegiatan tersebut. Sementara dari Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik hadir Kepala Dishub Gresik Khusaini, S.E., M.Si. bersama jajaran.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan sampel sebagai bagian dari langkah deteksi dini. Puluhan wadah sampel terlihat disiapkan oleh petugas untuk mendukung proses pemeriksaan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak semata-mata bertumpu pada penindakan, tetapi juga membutuhkan pendekatan preventif melalui deteksi dini, edukasi, pengawasan, serta kolaborasi lintas institusi.
Sektor transportasi menjadi salah satu lingkungan yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan masyarakat. Karena itu, kondisi personel yang menjalankan tugas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan sistem transportasi yang aman dan berintegritas.
Menariknya, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan pengawalan dari Pasukan Serba Guna (Passer) Wong Bodho DPC Gresik, yang dipimpin langsung oleh Ketua Passer DPC Gresik Sugito.
Kehadiran Passer Wong Bodho menjadi bagian dari dukungan terhadap kelancaran dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Pengawalan tersebut sekaligus memperlihatkan adanya keterlibatan unsur masyarakat dalam mendukung agenda pemerintah dan lembaga negara, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan keselamatan serta pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Ketua Passer DPC Gresik Sugito bersama jajaran memastikan kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian agenda antara BNNK Gresik dan Dishub Kabupaten Gresik berjalan sebagaimana mestinya.
Sinergi yang terbangun dalam kegiatan ini memperlihatkan bahwa perang terhadap penyalahgunaan narkotika membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, lembaga negara, sektor pelayanan publik, hingga unsur masyarakat memiliki ruang dan tanggung jawab masing-masing dalam membangun lingkungan yang memiliki ketahanan terhadap ancaman narkotika.
Bagi sektor transportasi, langkah pencegahan seperti ini memiliki arti strategis. Sebab keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kelayakan kendaraan dan kondisi infrastruktur, tetapi juga oleh kesiapan, kedisiplinan, serta integritas sumber daya manusia yang berada di dalamnya.
Karena itu, kolaborasi BNNK Gresik, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, dan dukungan Passer Wong Bodho DPC Gresik menjadi gambaran bahwa upaya menciptakan lingkungan transportasi yang aman membutuhkan kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab satu institusi.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat budaya pencegahan, meningkatkan kesadaran terhadap bahaya narkotika, serta menjaga keselamatan masyarakat di Kabupaten Gresik.
(Ul RK)
dibaca
