Rajawali Kompas

Tiga Puluh Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Diberangkatkan, Sinergi Pemerintah dan YUGMA Foundation Jadi Solusi Pengangguran

Bogor | Rajawalikompas.com – Upaya menekan angka pengangguran di Kota Bogor terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan tenaga kerja. Salah satunya diwujudkan dengan kesiapan keberangkatan 30 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke sejumlah negara tujuan, hasil kolaborasi antara pemerintah, Balai Latihan Kerja (BLK), YUGMA Foundation, serta lembaga pelatihan dan penempatan resmi.

Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penempatan tenaga kerja yang legal, terampil, dan terlindungi.

Ketua Pengurus YUGMA Foundation, Suherlan MS, menjelaskan bahwa seluruh calon pekerja migran telah dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari pelatihan kompetensi, pengurusan administrasi, hingga proses keberangkatan sesuai ketentuan negara tujuan.

"Kami memastikan seluruh calon pekerja migran yang telah memenuhi persyaratan akan diberangkatkan. Setiap peserta memperoleh pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pelatihan, administrasi, hingga pengurusan visa. Persyaratan yang dipenuhi disesuaikan dengan regulasi masing-masing negara tujuan," ujarnya.

Menurut Suherlan, setiap CPMI juga memperoleh dukungan dana pelatihan sebesar Rp12 juta melalui program subsidi yang difasilitasi pemerintah Kota Bogor sehingga dapat meringankan beban biaya persiapan keberangkatan.

Ia menambahkan, seluruh dokumen administrasi para peserta telah dipenuhi, termasuk persetujuan keluarga yang diketahui pemerintah setempat sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan dan perlindungan pekerja migran sejak sebelum keberangkatan.

Kolaborasi ini dibangun dengan mengedepankan dua prinsip utama, yakni pemberdayaan dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, lembaga pelatihan kerja (LPK) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) bertugas melaksanakan proses pelatihan dan penempatan. Sementara itu, YUGMA Foundation berperan sebagai integrator yang menyatukan seluruh sistem, memberikan pendampingan, membangun semangat kekeluargaan, serta memastikan kebutuhan calon pekerja migran terpenuhi selama proses persiapan.

Di sisi lain, pemerintah bersama Balai Latihan Kerja memberikan dukungan berupa fasilitas pelatihan, pembinaan, serta penguatan aspek legalitas agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk mempermudah masyarakat mengikuti program ini, YUGMA Foundation juga menghadirkan skema pembiayaan yang dinilai lebih ringan dan sesuai mekanisme resmi.

Sebagai contoh, penempatan tenaga kerja ke Kuwait membutuhkan biaya sekitar Rp30 juta. Dari jumlah tersebut,biaya pelatihan sebesar Rp12.000.000 untuk setiap Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor Tahun Anggaran 2026 yang dikelola oleh YUGMA Foundation.

Sementara itu, biaya lain yang berkaitan dengan proses penempatan, sesuai ketentuan negara tujuan, dapat difasilitasi melalui skema pembiayaan resmi dari perbankan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan mekanisme pembayaran secara bertahap setelah CPMI mulai bekerja.

Rp12 juta ditanggung melalui dukungan YUGMA Foundation untuk pelatihan, sedangkan sisanya dapat dibiayai melalui fasilitas perbankan yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pembayaran dilakukan secara bertahap melalui pemotongan gaji setelah peserta mulai bekerja di negara tujuan.

Selain skema tersebut, masyarakat juga tetap dapat memilih jalur pembiayaan umum melalui fasilitas perbankan yang tersedia.

Suherlan menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekedar mencari penghasilan.

"Pekerja Migran Indonesia bukan hanya pencari nafkah. Mereka adalah duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia melalui budaya, etika, kedisiplinan, dan karakter masyarakat Indonesia di mata dunia," tegasnya.

Sementara itu, Asep menyampaikan bahwa seluruh 30 calon pekerja migran telah dinyatakan siap diberangkatkan ke negara tujuan masing-masing sesuai hasil seleksi, kompetensi, serta kebutuhan tenaga kerja yang telah ditetapkan.

Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi nyata dalam menekan angka pengangguran di Kota Bogor sekaligus melahirkan pekerja migran Indonesia yang profesional, kompeten, memiliki perlindungan hukum yang memadai, dan mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

(Hamim RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama