![]() |
| [Foto : Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Kodrat Sunyoto, S.H., M.Si.,] |
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mentaras, Suparto, perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga yang antusias menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Mentaras menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Dengan luas lahan pertanian sekitar 163 hektare, petani membutuhkan dukungan sarana modern agar hasil produksi memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Ia menjelaskan bahwa setiap musim panen, khususnya saat musim penghujan, petani masih mengandalkan cara tradisional untuk mengeringkan gabah dan jagung, yakni dengan menjemurnya di sepanjang jalan desa.
"Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hasil panen, tetapi juga membahayakan pengguna jalan, terutama para pelajar yang setiap hari melintas menuju sekolah," ujarnya.
Oleh karena itu, Gapoktan mengusulkan bantuan mesin pengering gabah (dryer) berkapasitas 25 hingga 30 ton. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat dibutuhkan agar petani tidak lagi bergantung pada cuaca dan mampu meningkatkan kualitas hasil panen.
Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan harga antara gabah basah dengan gabah kering siap jual cukup signifikan, sehingga keberadaan mesin pengering akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani.
Selain persoalan pertanian, masyarakat juga menyoroti kondisi Tempat Pengolahan Sampah (TPS) yang sebelumnya telah mendapatkan bantuan pemerintah. Namun, hingga kini pengelolaannya dinilai belum optimal karena masih membutuhkan penyempurnaan sarana pendukung.
Akibatnya, aroma menyengat dari lokasi penampungan sampah kerap dikeluhkan warga sekitar. Bahkan, sejumlah fasilitas penunjang yang pernah tersedia disebut telah hilang akibat ulah pencuri.
Melalui forum reses tersebut, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap penyempurnaan fasilitas pengelolaan sampah agar manfaat bantuan yang telah diberikan dapat dirasakan secara maksimal.
Sementara itu, Kodrat Sunyoto menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, kegiatan reses merupakan momentum penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab persoalan di lapangan.
Di sisi lain, Kepala Desa Mentaras, Suparto, berharap sinergi antara pemerintah desa, pemerintah provinsi, dan DPRD terus diperkuat agar berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan lingkungan, dapat direalisasikan secara bertahap.
Reses yang berlangsung penuh dialog tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Warga berharap usulan mengenai bantuan alat pengering gabah, penguatan kelompok tani, hingga pembenahan fasilitas pengelolaan sampah dapat segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kesejahteraan petani dan kualitas hidup masyarakat Desa Mentaras.
(Dwi RK)
dibaca


