Gresik | Rajawalikompas.com – Aspirasi masyarakat Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, mengemuka dalam Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dr. H. Kodrat Sunyoto, S.H., M.Si. dari Fraksi Partai Golkar, Rabu (29/7/2026).
[Foto : Serap Aspirasi Masyarakat Di Reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dr. H. Kodrat Sunyoto, S.H., M.Si. dari Fraksi Partai Golkar, Rabu (29/7/2026).]
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Prupuh itu dihadiri Asro'i Widyana, Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Komisi III, Kepala Desa Prupuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus koperasi, serta ratusan warga yang antusias memanfaatkan forum reses untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di desa mereka.
Sejak sesi dialog dibuka, masyarakat secara bergantian menyampaikan aspirasi yang dinilai menjadi kebutuhan prioritas. Mulai dari pembangunan sarana ibadah, peningkatan infrastruktur desa, hingga keberlangsungan Koperasi Wanita (Kopwan) yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga.
Dalam sambutannya, Kodrat Sunyoto menegaskan bahwa reses merupakan amanah konstitusi yang harus dimanfaatkan untuk mendengar langsung suara masyarakat.
"Kami hadir untuk mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini bukan sekadar catatan, tetapi akan kami kawal dan perjuangkan sesuai kewenangan agar dapat diwujudkan melalui program pembangunan," ujar Kodrat.
Salah satu aspirasi yang mengemuka datang dari masyarakat yang berharap adanya perhatian pemerintah terhadap pembangunan dan pengembangan fasilitas masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus pembinaan sosial kemasyarakatan.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan melalui program bantuan keagamaan sehingga sarana ibadah semakin representatif dan mampu menunjang berbagai aktivitas masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kodrat menyampaikan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi bagian dari usulan yang akan diperjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada.
Selain pembangunan sarana ibadah, warga juga menyampaikan kebutuhan peningkatan infrastruktur, terutama perbaikan jalan, saluran drainase, dan fasilitas penunjang lainnya yang dinilai penting untuk menunjang mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Menurut Kodrat, pembangunan infrastruktur yang merata menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Infrastruktur yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan masyarakat. Karena itu, kebutuhan tersebut akan kami dorong agar menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan," katanya.
Persoalan ekonomi masyarakat juga menjadi pembahasan menarik dalam sesi dialog. Sejumlah warga berharap Koperasi Wanita (Kopwan) tetap mendapatkan perhatian dan pembinaan, meskipun ke depan pemerintah akan menjalankan berbagai program penguatan ekonomi desa, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurut masyarakat, keberadaan Kopwan selama ini telah memberikan manfaat nyata bagi anggotanya, terutama dalam mendukung usaha kecil dan meningkatkan ekonomi keluarga.
Menanggapi hal tersebut, Kodrat Sunyoto menilai keberadaan berbagai lembaga ekonomi desa harus saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat harus dilakukan secara inklusif agar seluruh kelompok masyarakat tetap memperoleh ruang untuk berkembang.
Sementara itu, Asro'i Widyana, Anggota DPRD Kabupaten Gresik Komisi III, menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih optimal apabila terdapat sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan masyarakat.
"Forum reses seperti ini menjadi sarana yang sangat penting untuk menyerap aspirasi secara langsung. Kolaborasi semua pihak akan mempercepat realisasi program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Di akhir kegiatan, masyarakat berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan dalam forum dialog, tetapi dapat diwujudkan melalui kebijakan dan program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Prupuh.
Reses tersebut kembali menegaskan pentingnya komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kebijakan yang responsif, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
(Dwi RK)
dibaca
