![]() |
| [Foto : Potret Museum PERJUANGAN BOGOR sejak 10 November 1957] |
"Selain kami diberi keleluasaan penuh oleh pihak pendiri museum, keputusan ini juga lahir dari kepedulian tulus kami untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan sejarah serta nilai budaya yang tersimpan di tempat ini," ujar Ali Sadikin dalam keterangannya, Senin (6/7).
Kekompakan pengurus juga menjadi kunci kinerja organisasi. Tiga Wakil Ketua HIPAKAD, yakni Ina, Indarto, dan Nora, menegaskan komitmen sinergi tanpa celah. "Kami bertiga saling melengkapi dan bersinergi sepenuhnya. Apabila Ketua Dede Suhendar Dinata berhalangan, kami siap mewakili tugas dengan penuh tanggung jawab," ungkap mereka serentak.
Di bawah arahan Ketua Dede Suhendar Dinata mantan petenis lapangan nasional yang mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang HIPAKAD Kota Bogor terus bergerak aktif di bidang sosial kemasyarakatan dan pelestarian budaya. Organisasi ini juga senantiasa membangun hubungan harmonis: "Kami terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang manusiawi dengan Pemerintah Kota Bogor, unsur kepartaian, sesama ormas, serta berbagai lembaga, semata-mata demi kebaikan bersama," tambah Ali Sadikin.
Langkah ini membuktikan bahwa HIPAKAD tak hanya bergerak untuk masa kini, namun juga berakar kuat pada nilai sejarah demi membangun masa depan Kota Bogor yang lebih baik.
(Hamim RK)
dibaca

