Rajawali Kompas

Jeruk Nipis Kerap Dicuri, Pemdes Kebonagung Gresik Gelar Sayembara Berhadiah Rp3 Juta untuk Penangkap Pelaku

[Foto : Sayembara Pemdes Kebon Agung Terkait Pencurian Jeruk Nipis]
Gresik | Rajawalikompas.com – Maraknya aksi pencurian jeruk nipis yang merugikan para petani di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, mendorong pemerintah desa mengambil langkah tegas. Bersama masyarakat, Pemdes menggelar sayembara dengan hadiah uang tunai sebesar Rp3 juta bagi siapa saja yang berhasil menangkap pelaku pencurian.

Kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah desa dan warga sebagai bentuk upaya menjaga keamanan kebun serta memberikan efek jera terhadap pelaku yang selama ini meresahkan masyarakat.

Aksi pencurian disebut semakin merugikan karena terjadi di tengah tingginya harga jual jeruk nipis. Banyak petani mengaku kehilangan hasil panen lantaran buah dipetik oleh pencuri sebelum waktu panen tiba.

Camat Ujungpangkah, Shofwan Hadi, pada Sabtu (4/7/2026), menjelaskan bahwa aksi pencurian umumnya terjadi pada malam hari saat para petani telah meninggalkan kebun.

"Ketika musim panen tiba, jumlah buah yang tersisa sudah jauh berkurang. Bahkan ada petani yang gagal menikmati hasil panennya karena jeruk nipis lebih dulu dicuri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebonagung, Lubis, menegaskan bahwa pemberian hadiah tersebut bukan bertujuan mendorong masyarakat melakukan tindakan main hakim sendiri.

Menurutnya, siapa pun yang berhasil menangkap pelaku wajib segera menyerahkannya kepada aparat kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Hadiah ini merupakan bentuk apresiasi bagi warga yang ikut menjaga keamanan lingkungan. Namun penanganan pelaku tetap harus melalui jalur hukum," tegasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Desa Kebonagung berharap tumbuh kepedulian bersama dalam menjaga aset pertanian masyarakat. Selain memperkuat pengawasan lingkungan, sayembara ini juga diharapkan mampu menekan angka pencurian jeruk nipis yang selama ini menjadi keresahan para petani dan berdampak langsung terhadap perekonomian mereka.

Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, pemerintah desa optimistis keamanan kawasan pertanian dapat lebih terjaga sehingga para petani bisa menikmati hasil panen tanpa dihantui ancaman pencurian.


(Hilmi RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama