![]() |
| [Foto : Sungai Serayu Menjadi Destinasi wisata Dadakan] |
Menurut sejumlah warga, Sungai Serayu selama ini dikenal memiliki debit air yang relatif stabil, bahkan saat musim kemarau. Namun, pada musim kemarau tahun ini terjadi penurunan debit air yang cukup signifikan hingga sebagian area sungai dapat dilintasi dengan berjalan kaki tanpa menggunakan perahu. Fenomena tersebut disebut-sebut sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi dalam ingatan masyarakat setempat.
Ramainya pengunjung tidak hanya berasal dari Kabupaten Banyumas, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap. Mereka datang untuk menyaksikan langsung kondisi Sungai Serayu yang surut, sekaligus menikmati suasana alam bersama keluarga.
Di balik fenomena tersebut, dampak positif juga dirasakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran pedagang makanan, minuman, hingga penyedia jasa parkir memberikan tambahan penghasilan bagi warga sekitar, sehingga roda perekonomian lokal ikut bergerak.
Salah seorang pengunjung, Sutarno, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk melihat fenomena alam yang sedang menjadi perbincangan masyarakat.
"Kami senang bisa mengajak keluarga menikmati suasana Sungai Serayu yang sedang surut. Dalam bahasa ngapak disebut 'kali asat'. Liburannya sederhana, tidak mengeluarkan banyak biaya, tetapi anak-anak senang dan keluarga bisa berkumpul bersama," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (23/7/2026).
Meski menjadi daya tarik wisata baru, masyarakat, pedagang, dan para pemuda setempat mengajak seluruh pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan. Mereka berharap kawasan Sungai Serayu tetap bersih dan nyaman sehingga dapat dinikmati bersama tanpa merusak kelestarian alam.
Fenomena surutnya Sungai Serayu tidak hanya menjadi peristiwa alam yang menarik perhatian publik, tetapi juga menjadi momentum tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Di sisi lain, kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan diharapkan menjadi bagian penting agar kawasan tersebut tetap memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
(Gandul RK)
dibaca
