Rajawali Kompas

Empat Bulan Berlalu, Misteri Kematian Nisarofatin di Lumajang Masih Belum Terungkap

[Foto : Korban dan Barang bukti LP Kepolisian]
Lumajang | Rajawalikompas.com – Kasus kematian seorang perempuan muda bernama Nisarofatin (22), warga Dusun Tetelan, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Empat bulan sejak peristiwa tersebut dilaporkan, penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka.

Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Masyarakat (STTLPM) Nomor: STTLPM/05/IV/2026/SPKT/POLRES LUMAJANG/POLSEK SENDURO, peristiwa itu dilaporkan pada Sabtu (4/4/2026) dini hari, setelah korban ditemukan dalam kondisi tidak wajar di sebuah gudang berlantai tanah pada Jumat malam (3/4/2026).

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu ditemukan tergeletak dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. Menurut keterangan pihak keluarga, terdapat sejumlah luka lebam di tubuh korban yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam proses penyelidikan.

Pelapor sekaligus keluarga korban, Sorin Abadi (34), secara resmi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar penyebab kematian Nisarofatin dapat diungkap secara transparan.

Berdasarkan keterangan keluarga dan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, terdapat sejumlah hal yang dinilai janggal dan memunculkan berbagai pertanyaan.

Beberapa di antaranya adalah ditemukannya selendang bayi yang terikat pada usuk atap dalam kondisi terputus tepat di atas posisi korban. Selain itu, pada bagian perut korban ditemukan lilitan ban luar kendaraan dan kabel berwarna merah yang menurut keluarga memerlukan penjelasan melalui pemeriksaan forensik.

Keluarga juga menyampaikan bahwa setelah lilitan tersebut dilepas dan korban dipindahkan ke dalam rumah, korban diketahui masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan sebelum akhirnya meninggal dunia saat mendapat penanganan di Puskesmas Senduro. Petugas medis disebut mendapati busa keluar dari hidung dan mulut korban, yang menurut sejumlah literatur medis dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, namun penyebab pastinya tetap harus dibuktikan melalui hasil pemeriksaan medis dan forensik.

Di tengah proses penyelidikan, beredar pula informasi di lingkungan sekitar mengenai dugaan adanya persoalan rumah tangga yang dialami korban. Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas isu di masyarakat dan belum dapat dipastikan keterkaitannya dengan penyebab kematian korban.

Hingga Minggu (19/7/2026), status perkara masih berada pada tahap penyelidikan dan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi dikabarkan masih mengumpulkan barang bukti, termasuk potongan selendang bayi, kabel merah, ban luar, serta menunggu hasil visum maupun pemeriksaan forensik guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Belum terungkapnya kasus ini selama empat bulan memunculkan perhatian publik. Masyarakat berharap Polres Lumajang dan Polsek Senduro dapat mengusut perkara tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip Presisi, sehingga penyebab kematian Nisarofatin dapat terungkap secara jelas berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

(Wid RK)


Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama