![]() |
| [Foto : Prof. (H.C.) Dr. Kun Nurachadijat, S.E., M.B.A.] |
Melalui gagasan bertajuk "Melampaui Label Kampus Negeri-Swasta, Menuju Indonesia yang Lebih Baik", Dr. Kun menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak ditentukan oleh status sebuah perguruan tinggi, melainkan oleh kemampuan institusi pendidikan dalam melahirkan generasi yang berpikir kritis, berintegritas, dan memiliki keberanian menyuarakan kebenaran.
"Negeri atau swasta bukanlah penentu utama kualitas manusia terdidik. Yang membedakan adalah apa yang tumbuh di dalam kepala dan hati setiap pelajarnya: daya kritis, keberanian bertanya, dan kemauan untuk tidak diam saat melihat yang keliru," ujar Dr. Kun dalam keterangan resmi yang diterima Redaksi Rajawali Kompas, Minggu (26/07/2026).
Sebagai sosok yang aktif di bidang kebijakan publik, pengawasan korporasi, dan dunia akademik, Dr. Kun saat ini mengemban sejumlah amanah strategis, di antaranya sebagai Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Komisaris Utama PT Adhi Persada Beton, serta Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri STAI Kharisma Sukabumi.
Menurutnya, pendidikan harus menjadi ruang untuk membentuk karakter, bukan sekadar menghasilkan lulusan dengan deretan gelar akademik. Ia menekankan bahwa kejujuran dan integritas merupakan nilai yang tidak boleh ditawar dalam proses pendidikan.
"Boleh salah, tidak boleh bohong. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar, tetapi kebohongan adalah pengkhianatan terhadap makna pendidikan itu sendiri," tegasnya.
Dr. Kun menilai Indonesia membutuhkan generasi yang mampu berpikir mandiri, berani mengakui kesalahan, serta menjadikan integritas sebagai pedoman dalam setiap langkah. Dengan demikian, pendidikan tinggi tidak lagi terjebak pada perdebatan status negeri atau swasta, melainkan berfokus pada upaya mencetak pemimpin masa depan yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing global.
Gagasan yang diusung Dr. Kun Nurachadijat diharapkan mampu menjadi pemantik transformasi di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan integritas sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia yang lebih maju.
(Hamim RK)
dibaca
