SURABAYA | RAJAWALIKOMPAS.COM – Di tengah hiruk-pikuk perdebatan politik yang terus menghiasi ruang publik, ada suara yang sering kali tenggelam: suara rakyat kecil. Mereka bukan sedang memperdebatkan siapa yang paling benar dalam pertarungan politik, bukan pula sibuk mengamati konflik elite yang silih berganti. Mereka sedang berjuang menghadapi kenyataan hidup yang semakin berat.
Harga kebutuhan pokok yang terus bergerak naik, lapangan pekerjaan yang belum sepenuhnya terbuka, angka putus sekolah yang masih menjadi persoalan, hingga akses layanan kesehatan yang belum merata menjadi realitas yang setiap hari dirasakan masyarakat lapisan bawah.
Inilah pesan yang disuarakan oleh Arus Bawah GAPOKMAS. Sebuah suara yang lahir dari kegelisahan masyarakat yang menginginkan negara lebih fokus menyelesaikan persoalan rakyat dibanding larut dalam polemik politik yang tidak memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Rakyat Menunggu Solusi, Bukan Sensasi
Bagi masyarakat kecil, ukuran keberhasilan pemerintahan bukanlah seberapa ramai perdebatan yang terjadi di ruang publik. Ukurannya sederhana: apakah harga kebutuhan pokok terjangkau, apakah lapangan kerja tersedia, apakah anak-anak bisa sekolah, dan apakah rakyat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Dalam perspektif konstitusi, tuntutan tersebut bukanlah sesuatu yang berlebihan. Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa negara wajib mengelola kekayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat serta memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, negara harus hadir secara nyata melalui kebijakan yang mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat. Program bantuan sosial harus tepat sasaran, layanan BPJS Kesehatan harus semakin mudah diakses, serta kebijakan ekonomi harus mampu menjaga daya beli masyarakat.
Korupsi dan Kebocoran Anggaran Musuh Bersama
Salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan keadilan sosial adalah korupsi. Setiap rupiah anggaran yang bocor akibat praktik korupsi sejatinya adalah hak rakyat yang dirampas.
Di saat masyarakat berjuang memenuhi kebutuhan hidup, negara dituntut memperkuat pengawasan anggaran, memperketat audit program nasional, serta memastikan seluruh kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemberantasan korupsi bukan hanya agenda hukum, tetapi juga agenda kemanusiaan. Sebab di balik setiap kasus korupsi terdapat hak rakyat yang terabaikan, pembangunan yang tertunda, dan kesejahteraan yang gagal diwujudkan.
Stabilitas Politik Adalah Modal Pembangunan
Bangsa yang besar membutuhkan stabilitas. Perbedaan pandangan politik merupakan bagian dari demokrasi, namun tidak boleh berkembang menjadi perpecahan yang melemahkan persatuan nasional.
Pemerintahan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, memikul mandat besar untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus memastikan pembangunan berjalan merata hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Masyarakat tidak membutuhkan kegaduhan yang berkepanjangan. Yang mereka butuhkan adalah hasil kerja nyata, kebijakan yang berpihak kepada rakyat, dan kepastian bahwa negara hadir saat mereka menghadapi kesulitan.
Seluruh persoalan hukum dan politik seharusnya diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku. Dengan demikian energi bangsa dapat difokuskan untuk membangun ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Ketahanan Pangan Menjadi Harapan Baru
Salah satu sektor yang menunjukkan perkembangan positif adalah ketahanan pangan nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kemampuan bangsa menjaga ketersediaan pangan merupakan pencapaian strategis yang sangat penting.
Program ketahanan pangan yang digerakkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat kedaulatan ekonomi bangsa.
Ketersediaan cadangan beras nasional yang kuat serta meningkatnya nilai jual gabah petani memberikan harapan bahwa sektor pertanian dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Ketika petani sejahtera, maka fondasi ekonomi nasional akan semakin kokoh.
Swasembada pangan bukan sekadar program pemerintah, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Sebab bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri adalah bangsa yang lebih mandiri dan berdaulat.
Saatnya Bersatu untuk Indonesia Maju
Indonesia adalah negeri yang dianugerahi kekayaan alam luar biasa. Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi yang memiliki potensi besar untuk menjadi bangsa maju dan sejahtera.
Namun potensi tersebut hanya akan menjadi kenyataan apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan dan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun golongan.
Sudah saatnya energi bangsa diarahkan untuk membangun, bukan bertikai. Sudah saatnya seluruh komponen bangsa memperkuat ketahanan pangan, memberantas korupsi, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan kesejahteraan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah negara bukanlah seberapa keras elite berdebat, melainkan seberapa banyak rakyat yang dapat hidup lebih sejahtera, lebih adil, dan lebih bermartabat.
Bersatu dalam Kebaikan, Berdaulat dalam Pangan, dan Bergerak untuk Kemakmuran Indonesia.
(Wid RK)
dibaca
