Peninjauan yang dipimpin Mayjen TNI (Purn) Aby Ismawan bersama Mayjen TNI (Purn) Beny Octaviar tersebut difokuskan untuk memastikan implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berjalan sesuai arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian tim KSP adalah KDKMP Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan. Dalam kunjungan tersebut, rombongan didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Fadli Subur Karamaha, perwakilan PT Agrinas Pangan Nusantara, Asisten II Pemkab Gresik Misbahul Munir, Camat Duduksampeyan Merista Dedy Hartadi, serta Ketua PKDI Kecamatan Duduksampeyan Suryadi.
Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat monitoring, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memetakan berbagai hambatan atau bottleneck yang berpotensi memperlambat operasional program di daerah.
Dari total 1.061 unit KDKMP yang telah diresmikan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 126 unit berada di Kabupaten Gresik dan dinyatakan siap beroperasi. Namun demikian, sejumlah unit masih menunggu proses pemenuhan logistik dan sarana pendukung dari PT Agrinas Pangan Nusantara.
“Kami datang untuk memastikan program pemerintah yang telah dicanangkan Presiden dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Aby Ismawan saat melakukan peninjauan.
Menurutnya, keberhasilan program prioritas nasional membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pihak pelaksana di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Aby menegaskan pentingnya komunikasi yang cepat dan terbuka apabila ditemukan kendala teknis selama proses pelaksanaan program.
Ia meminta seluruh pihak tidak menunda penyampaian persoalan yang muncul agar dapat segera dicarikan solusi dan tidak menghambat tujuan besar program pemerintah.
“Kalau ada kendala segera disampaikan. Dengan begitu persoalan bisa segera ditangani dan tidak menghambat percepatan program,” tegasnya.
Aby juga mengingatkan bahwa anggaran negara yang telah dialokasikan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Anggaran yang ada harus dioptimalkan sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi desa,” imbuhnya.
Meski infrastruktur fisik KDKMP Desa Pandanan telah selesai dibangun, operasional penuh masih menunggu dukungan pengisian logistik dari PT Agrinas Pangan Nusantara.
Aby berharap proses tersebut dapat segera direalisasikan agar fasilitas yang telah tersedia tidak terlalu lama menganggur dan segera memberikan dampak ekonomi bagi warga.
“Kami berharap pengisian segera dilakukan sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan. Ke depan KDKMP dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat saling mendukung dan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Ketua PKDI Kecamatan Duduksampeyan, Suryadi, menyampaikan bahwa secara fisik pembangunan KDKMP Desa Pandanan telah rampung. Saat ini pihak desa hanya menunggu distribusi logistik sebagai tahap akhir sebelum operasional dimulai.
“Secara fisik sudah selesai. Kami berharap pengisian logistik dapat segera dilakukan sehingga koperasi bisa beroperasi dan masyarakat segera merasakan manfaatnya,” ujar Suryadi yang juga menjabat Kepala Desa Pandanan.
Sementara itu, Camat Duduksampeyan Merista Dedy Hartadi melihat peluang besar kolaborasi antara KDKMP dengan potensi ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan perikanan yang menjadi kekuatan masyarakat setempat.
Menurutnya, hasil produksi petani dan nelayan dapat menjadi bagian dari rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara program pemerintah dan pelaku usaha desa.
“Kami berharap terbangun simbiosis mutualisme antara KDKMP dan potensi desa. Hasil pertanian maupun perikanan lokal dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan program MBG sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Kunjungan Tim KSP RI ke Kabupaten Gresik menjadi bagian dari pengawalan langsung pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program prioritas nasional di daerah. Selain memastikan kesiapan sarana dan prasarana, kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi untuk mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang masih dihadapi.
Dengan kesiapan infrastruktur yang telah terbangun dan dukungan lintas sektor yang terus diperkuat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat segera beroperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung keberhasilan program-program strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Dwi RK)
dibaca


