Kegiatan yang dihadiri sekitar 60 tamu undangan dan elemen masyarakat tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam membangun benteng pertahanan sosial terhadap ancaman narkoba.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Suharsi, perwakilan Kodim 0817/Gresik, Polres Gresik, Kejaksaan Negeri Gresik, OPD terkait, serta para pegiat anti narkoba dan generasi muda dari berbagai organisasi.
Acara diawali dengan penampilan Tari Sirote Lintang dari MTs NU Trate Gresik dan drama musikal bertema anti narkoba yang dibawakan Forum Anak Gresik. Berbagai pertunjukan tersebut menjadi simbol keterlibatan generasi muda dalam menyuarakan pentingnya hidup sehat, produktif, dan bebas dari narkotika.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan dan pengukuhan Pengurus Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) Kabupaten Gresik. Kehadiran KOPAN diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menyebarluaskan edukasi, sosialisasi, dan kampanye pencegahan narkoba hingga ke lingkungan masyarakat paling bawah.
Dalam sambutannya, Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Suharsi menegaskan bahwa ancaman narkoba tidak hanya menjadi persoalan hukum, melainkan juga ancaman serius terhadap masa depan bangsa. Karena itu, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda harus menjadi pelopor perubahan dan menjadi benteng pertama dalam mencegah masuknya narkoba ke lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas terbentuknya KOPAN sebagai wadah partisipasi generasi muda dalam mendukung program pencegahan narkoba di Kabupaten Gresik.
Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dijaga agar tidak dirusak oleh penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, keberadaan pemuda yang memiliki kepedulian terhadap bahaya narkoba menjadi aset penting dalam mewujudkan generasi emas Indonesia.
"Pemuda bukan hanya harapan masa depan, tetapi juga kekuatan masa kini. Saya berharap KOPAN mampu menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat, membangun kesadaran kolektif, serta mengajak generasi muda menjauhi narkoba demi masa depan yang lebih baik," ujar Bupati.
Selain pengukuhan KOPAN, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan anti narkoba, penayangan video Satgas Jaga Gresik, penandatanganan nota kesepahaman antara Program Generasi Nasional (PGN) KOPAN Kabupaten Gresik dan Karang Taruna, serta berbagai penampilan edukatif yang mengangkat pesan moral tentang bahaya narkotika bagi kehidupan sosial dan masa depan bangsa.
Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2026 di Kabupaten Gresik menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan semua pihak. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan Gresik mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkotika.
(Dwi RK)
dibaca

