Rajawali Kompas

Di Balik Sakralnya 1 Suro dan Makna Hijrah 1 Muharram: Riyan dan Junihari Serukan Penyucian Hati dan Introspeksi Diri

[Foto : Sariyan Pimpinan Redaksi Rajawali Kompas Dan Junihari Komisaris Rajawali Kompas]
Gresik | Rajawalikompas.com – Umat Islam di seluruh Indonesia menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah, introspeksi diri, dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Sementara dalam penanggalan Jawa, momentum yang sama dikenal sebagai malam 1 Suro, yang sejak lama dimaknai sebagai waktu yang sakral untuk melakukan perenungan batin, penyucian diri, serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Meski memiliki latar belakang tradisi yang berbeda, keduanya sama-sama mengandung pesan tentang perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, memperbaiki diri, menjaga hubungan dengan sesama manusia, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Menyambut momentum tersebut, Pimpinan Redaksi Rajawali Kompas, Riyan, mengajak seluruh keluarga besar Rajawali Kompas untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai semangat baru dalam memperbaiki diri, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

"Makna hijrah yang sesungguhnya bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik. Tahun Baru Islam menjadi pengingat bagi kita untuk memperkuat kejujuran, menjaga amanah, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Riyan.Senin (16/06/2026).

Menurutnya, sebagai insan pers, semangat hijrah harus diwujudkan melalui komitmen untuk menjaga kebenaran, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang demi kepentingan publik.

"Tahun Baru Islam harus menjadi momentum bagi seluruh insan pers untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan menghadirkan karya jurnalistik yang mencerdaskan serta memberi manfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Komisaris Rajawalikompas, Junihari,yang terkenal dengan ilmu kebatinan dan kejawen nya tersebut, memaknai malam 1 Suro sebagai momentum ruwatan diri dan penyucian batin dari berbagai sifat buruk yang dapat menghambat perjalanan hidup manusia.

Menurutnya, malam 1 Suro bukan sekedar pergantian tahun dalam penanggalan Jawa, melainkan sebuah warisan budaya dan spiritual yang mengajarkan manusia untuk lebih mengenali dirinya sendiri, mengendalikan hawa nafsu, serta menjaga keseimbangan hidup.

"Malam 1 Suro mengajarkan kita untuk lebih banyak bercermin kepada diri sendiri. Membersihkan hati dari rasa iri, dendam, amarah, dan segala bentuk kesombongan. Sebab ruwatan yang paling utama adalah ruwatan hati dan pikiran agar manusia mampu menjalani hidup dengan bijaksana," tutur Junihari.

Ia menjelaskan bahwa berbagai tradisi yang berkembang di bulan Suro, seperti tirakat, doa bersama, ziarah leluhur, hingga laku prihatin, pada hakikatnya mengandung pesan moral agar manusia semakin dekat kepada Tuhan dan mampu mengendalikan dirinya dari perbuatan yang merugikan.

"Falsafah Jawa mengajarkan eling lan waspodo, selalu ingat kepada Tuhan dan selalu berhati-hati dalam bertindak. Ketika manusia mampu menjaga hati, lisan, dan perbuatannya, maka kehidupan akan berjalan dengan lebih tenteram, penuh kebijaksanaan, dan keberkahan," jelasnya.

Riyan dan Junihari berharap momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan malam 1 Suro dapat menjadi penguat persaudaraan, kebersamaan, serta semangat pengabdian bagi seluruh keluarga besar Rajawali Kompas di mana pun berada.

"Kami mengajak seluruh keluarga besar Rajawali Kompas untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi, memperbaiki diri, memperkuat persatuan, menjaga kekompakan, serta meningkatkan dedikasi dalam berkarya dan mengabdi kepada masyarakat," ujar keduanya.

Menutup pesannya, Riyan dan Junihari memanjatkan doa bagi seluruh keluarga besar Rajawali Kompas dan masyarakat Indonesia.

"Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keselamatan, ketenteraman, keberkahan rezeki, serta kemudahan dalam setiap langkah kehidupan kita. Semoga kita dijauhkan dari segala marabahaya, dipersatukan dalam persaudaraan, dan diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin."

Di balik datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram dan sakralnya malam 1 Suro, tersimpan pesan luhur bahwa kehidupan sejatinya adalah perjalanan untuk terus memperbaiki diri. Sebab tahun yang baru bukan hanya tentang bertambahnya usia, melainkan tentang seberapa jauh hati menjadi lebih bersih, pikiran menjadi lebih jernih, dan langkah kehidupan menjadi lebih bermanfaat bagi sesama.

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dan Selamat Menyambut Malam 1 Suro. Semoga keberkahan, kedamaian, dan keselamatan senantiasa menyertai langkah kita semua.

(Redaksi RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama