![]() |
| [Foto : Lokasi Kebakaran Di Parkir PT Arami Jaya] |
Hingga saat ini, para korban mengaku belum memperoleh kepastian terkait mekanisme maupun bentuk ganti rugi dari pihak perusahaan. Kondisi tersebut memicu keresahan dan kekecewaan di kalangan karyawan yang kehilangan kendaraan, yang selama ini menjadi sarana utama untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Para pekerja menilai kendaraan yang terbakar berada di lokasi parkir yang disediakan perusahaan, sehingga diperlukan adanya tanggung jawab dan langkah konkret dari manajemen untuk membantu menyelesaikan kerugian yang dialami karyawan.
Saat dikonfirmasi awak media, petugas keamanan perusahaan, Suherman, mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologi kebakaran karena saat kejadian dirinya bertugas pada shift malam.
"Saya masuk malam dan tidak mengetahui kejadian tersebut. Untuk bertemu manajer atau pihak yang mewakili perusahaan, saya tidak berani," ujarnya singkat.
Sementara itu, Kepala Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Wuryanto, berharap PT Arami Jaya segera mengambil langkah penyelesaian terhadap kerugian yang dialami para pekerja.
Menurutnya, kebakaran merupakan musibah yang tidak diinginkan oleh siapa pun, baik pihak perusahaan maupun karyawan. Namun demikian, para pekerja merupakan aset penting perusahaan yang patut memperoleh perhatian dan perlindungan atas kerugian yang mereka alami.
"Ini memang musibah, tetapi karyawan juga bagian penting dari perusahaan. Harus ada komunikasi yang baik dan penyelesaian yang memberikan rasa keadilan bagi para korban," kata Wuryanto.
Pemerintah Desa Harjobinangun saat ini telah melakukan pendataan terhadap warga terdampak. Sedikitnya 35 warga desa setempat tercatat menjadi korban, sementara proses inventarisasi kerugian masih terus berlangsung. Pemerintah desa juga aktif menjalin komunikasi dengan manajemen perusahaan serta serikat pekerja guna mendorong percepatan penyelesaian persoalan tersebut.
Menariknya, Wuryanto mengaku keluarganya juga ikut terdampak dalam peristiwa tersebut. Sepeda motor miliknya yang digunakan sang anak untuk bekerja di PT Arami Jaya turut hangus terbakar.
"Warga berharap ada penggantian motor sesuai harga pasaran saat ini. Itu yang menjadi harapan para korban," tegasnya.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut nasib ratusan pekerja yang kehilangan alat transportasi utama mereka. Publik menantikan sikap resmi PT Arami Jaya terkait bentuk tanggung jawab dan solusi yang akan diberikan kepada para karyawan terdampak.
Di tengah upaya pemulihan pasca kebakaran, transparansi dan itikad baik perusahaan dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pekerja sekaligus mencegah munculnya konflik industrial yang lebih luas.
(Okta RK)
dibaca

