![]() |
| [Foto : Keberagaman suku dan Daerah Di Lombok Nusa Tenggara Barat] |
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pasopati Cakra Nusantara, Kanjeng Pangeran Arya Senopati Ki Bagus Mpu Batu atau akrab disapa Mpu Batu, bersama Nyai Siti Zaenab. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Ketua Koordinator Pelayanan Destinasi Wisata sekaligus Tokoh Adat Sasak, keturunan asli leluhur tanah Lombok. Suasana kian semarak dengan alunan tabuh gendang khas Sasak, seni musik yang menjadi identitas kebanggaan masyarakat setempat.
Dalam pernyataannya, Mpu Batu mengungkapkan kesan mendalam atas keindahan dan kearifan lokal yang masih terjaga murni di desa ini. "Nusantara Punya Cerita, dan cerita indah ini tertulis jelas di Desa Sade. Indahnya tercipta dalam ikatan kebersamaan dan kebinekaan yang kita rasakan hari ini. Di sini kita belajar, bahwa perbedaan adalah kekuatan, dan menjaga tradisi adalah menjaga jati diri bangsa," ujar beliau di hadapan para tokoh adat dan rombongan.
Agenda utama berlangsung sakral dan khidmat, diawali prosesi pemotongan tebu yang dipimpin Panglima Gong dari Kalimantan Tengah sebagai simbol kesatuan tekad. Doa bersama dipimpin oleh Nyai Ngatina dan Gus Mudji, didampingi jajaran DPD Pasopati Cakra Nusantara Nusa Tenggara Barat, memohon berkah agar seni dan budaya Nusantara senantiasa lestari hingga generasi mendatang.
Desa Sade sendiri dikenal sebagai desa budaya yang memegang teguh adat istiadat leluhur, mulai dari pola hunian, arsitektur rumah, hingga tata cara kehidupan sosial masyarakatnya. Kehadiran Pasopati Cakra Nusantara semakin menegaskan komitmen organisasi sebagai wadah pemersatu para pemangku adat dari Sabang sampai Merauke.
"Tradisi adat dan budaya yang masih terjaga di Nusantara adalah harta tak ternilai. Di Desa Sade, Suku Sasak Lombok, kita menyaksikan bukti hidupnya warisan tersebut. Bersama Pasopati Cakra Nusantara, kita pastikan cahaya budaya ini terus bersinar," tambah Mpu Batu menutup keterangannya.
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan penguatan jaringan persaudaraan lintas pulau, membuktikan bahwa keberagaman adalah kekayaan terbesar Indonesia yang wajib dijaga dan diteruskan.
(HAMIM & Tim Kontributor Rajawali Kompas • Nusa Tenggara Barat)
dibaca
