Rajawali Kompas

Mpu Batu : Kunjungan Lintas Budaya Adalah Perjalanan Sakral Menuju Kesadaran Dan Kebijaksanaan Jati Diri

[Foto : MPU Batu ketua Umum sekaligus Pendiri Pasopati Cakra Nusantara]
Mataram | Rajawalikompas.com – Di tengah rangkaian acara agung Anugerah Bintang Lencana Dharma Satya Budaya Nusantara, MPU BATU memberikan makna mendalam yang melampaui sekadar pertemuan biasa. Ia menegaskan bahwa Kunjungan Lintas Budaya Nusantara yang digelar ini bukan sekadar perjalanan wisata atau silaturahmi, melainkan sebuah PERJALANAN SAKRAL SPIRITUAL WARISAN LELUHUR.

"Ini bukan hanya bertukar adat atau melihat tempat. Ini adalah perjalanan rohani, jejak langkah nenek moyang kita untuk kembali memahami siapa diri kita sebenarnya, menuju kesadaran tertinggi, ketenangan jiwa, dan kebijaksanaan jati diri bangsa."

Menurut MPU BATU, setiap langkah yang diambil dari satu wilayah ke wilayah lain, setiap budaya yang dipelajari, dan setiap nilai yang diserap, adalah cara kita menyambung kembali tali pusar dengan asal-usul.

Perjalanan ini bertujuan:

Membangun Kesadaran – Bahwa di balik keberagaman, ada satu jiwa dan akar yang sama: Nusantara.

Mencapai Serenity / Ketenangan – Menemukan kedamaian batin melalui kearifan lokal yang telah teruji waktu.

Menggali Kebijaksanaan – Menemukan kembali petuah dan ajaran luhur yang menjadi panduan hidup bermartabat.


"Leluhur kita tidak hanya meninggalkan candi atau benda, tapi meninggalkan jalan pikiran dan cara hidup. Perjalanan ini adalah cara kita mengaktifkan kembali kebijaksanaan itu di dalam dada kita masing-masing."

Ditambahkannya, kegiatan ini menjadi pelengkap sempurna dari penyematan penghargaan. Jika penghargaan adalah bentuk pengakuan atas jasa, maka kunjungan lintas budaya adalah bentuk PENGAMALAN NYATA.

Kita tidak hanya menghargai budaya lewat kata-kata, tapi merasakan, menghayati, dan menghidupkannya kembali.

"Menuju Budaya Nusantara Jaya dimulai dari sini: sadar akan asal, tenang dalam hati, dan bijak dalam bertindak. Itulah jati diri sejati anak bangsa."

Perjalanan sakral ini diharapkan menjadi titik balik, di mana budaya tidak lagi hanya menjadi sejarah, tapi menjadi kekuatan hidup yang menuntun bangsa Indonesia menuju kejayaan sejati.


(Hamim RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama