Rajawali Kompas

Gebrakan Rehabilitasi Narkoba di Surabaya! Hipnoterapi LRPPN-BI Tuai Apresiasi, Disebut Mampu Putus Ketergantungan


 SURABAYA Surabaya | RAJAWALIKOMPAS.COM – Metode rehabilitasi penyalahguna narkoba berbasis hipnoterapi yang diterapkan Lembaga Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba - Bhayangkara Indonesia menuai perhatian serius dari penggiat anti narkoba nasional. Dalam kunjungan ke rumah rehabilitasi LRPPN-BI di Surabaya, Minggu (17/05), Puji Sarwono memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan humanis yang dinilai mampu membantu memutus ketergantungan para penyalahguna narkotika.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam melihat langsung inovasi rehabilitasi yang dikembangkan oleh Kepala Rumah Rehab LRPPN-BI, Profesor Siswanto, melalui metode hipnoterapi yang berfokus pada perubahan pola pikir pasien.

Puji Sarwono menegaskan, perang terhadap narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan langkah nyata dalam pemulihan mental dan psikologis para korban penyalahgunaan narkotika.

“Metode ini sangat luar biasa. Pasien dibimbing dengan kesadaran penuh untuk menolak narkoba dari dalam dirinya sendiri. Bahkan ada yang sampai merasa takut untuk kembali menggunakan. Ini menjadi pendekatan yang sangat positif,” tegasnya.

Menurut Puji, hipnoterapi memiliki nilai lebih karena dilakukan tanpa kekerasan, tanpa tekanan, dan tanpa ketergantungan pada obat-obatan tertentu. Ia menilai pendekatan tersebut mampu menciptakan efek psikologis yang kuat dalam memutus keinginan menggunakan narkoba.

Meski metode tersebut masih membutuhkan penguatan secara akademis maupun klinis, Puji menegaskan inovasi seperti ini patut mendapat perhatian lebih luas selama berjalan sesuai koridor hukum dan etika kesehatan.

“Keberhasilan rehabilitasi memang dipengaruhi banyak faktor, mulai lingkungan, tingkat kecanduan, hingga kondisi psikologis pasien. Namun metode seperti ini layak dikembangkan secara nasional,” tambahnya.

Ia bahkan membuka peluang kerja sama dengan mengirim relawan maupun tenaga rehabilitasi dari berbagai daerah, termasuk Bogor, untuk belajar langsung di LRPPN-BI Surabaya.

Sementara itu, Profesor Siswanto menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kunjungan Puji Sarwono yang dinilai menjadi suntikan semangat bagi para relawan yang selama ini bergerak mandiri dalam perang melawan narkoba.

“Beliau sejak aktif hingga purnatugas tetap konsisten berada di garis perjuangan anti narkoba. Kehadiran beliau adalah kehormatan besar bagi kami,” ungkap Siswanto.

Ia menjelaskan, konsep hipnoterapi yang diterapkan bertujuan mengubah persepsi pasien terhadap narkotika—dari sesuatu yang dianggap menyenangkan menjadi sesuatu yang menakutkan dan harus dijauhi.

“Kami membangun mindset baru bahwa narkoba bukan kenikmatan, melainkan ancaman yang dapat menghancurkan hidup,” tegasnya.

Dengan pendekatan humanis tanpa kekerasan dan tanpa paksaan, LRPPN-BI berharap metode hipnoterapi ini dapat menjadi terobosan baru dalam menekan angka kambuh (relapse) para penyalahguna narkoba di Indonesia.

(Wid RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama