![]() |
| [Foto : Temuan tentang Sangheyang Hamim di FB] |
Sejarah awal penunjukan kawasan ini bermula pada 13 November 1996. Saat itu, Mbah Paimin—tokoh yang dihormati dan diakui dalam lingkup pengetahuan serta warisan leluhur—menugaskan Sangheyang Hamim untuk memegang tanggung jawab dan peran sebagai penanggung jawab serta perwakilan di kawasan Gunung Arjuna. Penunjukan ini bukanlah hal sepele, melainkan langkah awal yang menegaskan bahwa kawasan ini memiliki kedudukan istimewa yang diakui dalam kerangka nilai-nilai budaya dan spiritual Nusantara.
Langkah penting berikutnya terjadi lebih dari dua puluh tahun kemudian, tepatnya pada 5 Agustus 2019. HE Mr Djuyoto Suntani, yang saat itu menjabat sebagai Presiden Dunia Komite Perdamaian Dunia yang mewakili 202 negara, secara resmi menetapkan Kawasan Gunung Arjuna sebagai Induk Peradaban Dunia. Penetapan ini menjadi tonggak sejarah yang mengangkat nama kawasan ini ke tingkat internasional, menegaskan bahwa keberadaannya memiliki arti penting bagi peradaban manusia secara luas.
Tidak berhenti di situ, pada 14 November 2019, penetapan tersebut diserahkan secara langsung kepada Sangheyang Hamim. Penyerahan ini menandai kelanjutan tanggung jawab yang telah dimulai sejak tahun 1996, sekaligus mengukuhkan perannya sebagai tokoh yang memegang amanah untuk menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kawasan ini kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Berdasarkan dasar-dasar sejarah dan pengakuan tersebut, kemudian dikembangkanlah konsep Wisata Dunia Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia. Konsep ini tidak hanya menonjolkan keindahan alam Gunung Arjuna yang menakjubkan, tetapi juga menggabungkan nilai sejarah, budaya, spiritual, serta warisan leluhur yang terkandung di dalamnya.
Kawasan ini diharapkan menjadi tujuan wisata yang unik, di mana pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami dan merasakan kekayaan makna serta sejarah yang menjadikannya sebagai pusat peradaban dunia yang dihormati.
Hingga kini, upaya pengembangan dan promosi kawasan ini terus dilakukan, dengan harapan agar warisan berharga ini tetap terjaga, dikenal, dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang, serta menjadi bukti nyata bahwa Nusantara memiliki tempat yang istimewa dalam peta peradaban dunia.
(Redaksi)
dibaca
