SURABAYA I RAJAWALIKOMPAS.COM – Denting pagi di gang sempit Jalan Wonokusumo Jaya Baru Gang II, Kecamatan Semampir, Surabaya pecah oleh temuan mengerikan. Seorang pria terkapar tak bernyawa, tubuhnya bersimbah darah, luka menganga menjadi penanda kuat dugaan aksi kekerasan brutal, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban, Hasan (30), warga Dusun Tepak, Desa Pandan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, ditemukan dalam posisi terlentang menghadap selatan. Nyawanya diduga melayang akibat sabetan senjata tajam, dengan luka bacok di bagian paha kanan yang mengindikasikan serangan tanpa ampun.
Laporan warga yang panik langsung diterima Polsek Semampir. Tanpa menunggu lama, aparat bergerak cepat menyisir lokasi, memasang garis polisi, dan mensterilkan area dari kerumunan yang terus memadati gang sempit tersebut.
Sekitar pukul 08.15 WIB, Kasat Reskrim dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak turun langsung ke lokasi. Olah TKP dilakukan intensif. Setiap sudut diperiksa, setiap jejak dikumpulkan, demi mengurai potongan peristiwa yang masih gelap.
Tim Inafis yang tiba pukul 08.30 WIB langsung bekerja cepat. Hasil awal menguatkan dugaan: ini bukan kematian biasa. Ini adalah dugaan tindak pidana penganiayaan.
Barang bukti yang ditemukan di lokasi mempertegas aroma kekerasan. Polisi mengamankan satu termos kopi, dua sarung celurit, serta satu topi hitam. Jejak-jejak ini kini menjadi kunci penting untuk membuka tabir siapa pelaku di balik tragedi tersebut.
Saksi mata, Mustofa (42), Ketua RT setempat, bersama Khotimah (44), mengungkapkan bahwa korban pertama kali ditemukan warga yang melintas. Saat itu, kondisi korban sudah tak bergerak, tubuhnya tergeletak di tengah jalan, memicu kepanikan warga sekitar.
Ambulans Pemkot Surabaya tiba pukul 09.15 WIB dan mengevakuasi jenazah. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban dibawa ke RS Polda Jawa Timur untuk dilakukan visum, guna memastikan penyebab pasti kematian sekaligus memperkuat alat bukti.
Kapolsek Semampir, Kompol Herry Iswanto, SH, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan.
“Ini dugaan kuat penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kami sedang memburu pelaku dan mendalami motif. Tidak ada kompromi untuk pelaku kekerasan,” tegasnya dengan nada keras.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi keamanan lingkungan. Di tengah aktivitas pagi warga, kekerasan justru terjadi tanpa ampun. Polisi kini berpacu dengan waktu, menelusuri setiap jejak, mengurai setiap keterangan, demi memastikan pelaku segera tertangkap.
Hingga kini, pelaku masih dalam pengejaran. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor jika memiliki informasi sekecil apa pun.
(Wid RK)
dibaca
