Rajawali Kompas

KEBAKARAN HEBAT PASAR BARU TUBAN, 41 KIOS LUDES – POLISI TURUNKAN TIM FORENSIK UNGKAP PENYEBAB


 TUBAN | RAJAWALIKOMPAS.COM – Kobaran api melahap puluhan kios di Pasar Baru Tuban pada Kamis dini hari (22/04/2026), memicu kepanikan pedagang dan warga sekitar. Sedikitnya 41 kios dilaporkan hangus terbakar, dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.


Kapolres Tuban AKBP Alaiddin bersama Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky turun langsung ke lokasi kejadian pada pagi harinya, memastikan situasi tetap kondusif sekaligus memantau penanganan pascakebakaran.


Api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 03.10 WIB dan berhasil dipadamkan pada pukul 04.30 WIB. Dalam waktu kurang lebih satu setengah jam, tim gabungan berjibaku menjinakkan si jago merah yang dengan cepat melahap deretan kios.


“Berkat kolaborasi seluruh pihak, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih satu jam tiga puluh menit,” ujar Bupati Tuban di lokasi kejadian.


Penanganan cepat ini melibatkan sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta dukungan sejumlah perusahaan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kebakaran cukup signifikan terhadap aktivitas ekonomi pedagang.


Data sementara mencatat, 41 kios yang terbakar merupakan milik sekitar 15 pedagang. Pemerintah daerah pun langsung bergerak cepat dengan menyiapkan solusi darurat, termasuk penyediaan tenda sementara agar para pedagang tetap bisa berjualan.


Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta hingga Rp250 juta. Namun angka tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses pendataan ulang oleh pemerintah daerah.


“Ke depan, pemerintah akan melakukan penataan ulang area pasar dengan melibatkan para pemilik kios,” tegas Bupati.


Langkah ini dinilai krusial, mengingat Pasar Baru Tuban tercatat telah tiga kali mengalami kebakaran di lokasi berbeda. Evaluasi menyeluruh pun menjadi sorotan utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.


Sementara itu, Kapolres Tuban menegaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya menunggu kedatangan Tim Laboratorium Forensik dari Polda Jawa Timur untuk melakukan pemeriksaan mendalam di lokasi.


“Setelah olah TKP nanti baru kita sampaikan penyebab awalnya seperti apa,” ujar AKBP Alaiddin.


Sebanyak 35 personel gabungan telah diterjunkan untuk mengamankan lokasi, membantu proses pemadaman, serta mempersiapkan olah tempat kejadian perkara.


Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area pasar sebelum dinyatakan aman, demi menghindari potensi bahaya lanjutan.


Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pengelolaan pasar tradisional, khususnya terkait sistem keamanan  dan pencegahan kebakaran, agar tragedi serupa tidak terus berulang di masa mendatang.


(Wid RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama