![]() |
| [Foto : Sangheyang Hamim Presiden Repoeblik Ngopi selaku Duta Wisata Internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia] |
Sebagai figur yang kerap membawa nilai-nilai kearifan lokal ke ranah yang lebih luas, Sangheyang Hamim tidak hanya berbicara tentang budaya dan pariwisata, tetapi juga tentang ketahanan hidup di tengah tantangan zaman.
Dalam pandangannya, kondisi yang dirasakan sebagian masyarakat sebagai masa sulit harus dihadapi dengan keteguhan hati dan kejernihan sikap. Ia mengingatkan bahwa setiap fase kehidupan memiliki ujian yang tidak bisa dihindari, namun dapat dilalui dengan cara yang bijak.
“Warga negara Indonesia harus tetap bersabar, berikhtiar, dan tidak meninggalkan doa,” pesannya melalui sambungan WhatsApp Kepada Redaksi Rajawali Kompas pada Minggu (12/04/2026)
Menurutnya, kesabaran bukanlah bentuk kelemahan, melainkan kekuatan untuk bertahan. Ikhtiar adalah wujud nyata perjuangan manusia, sementara doa menjadi penopang batin yang menjaga harapan tetap hidup.
Sebagai Duta Wisata Internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna, ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kolektif dan kearifan lokal dalam menghadapi tekanan global. Baginya, nilai-nilai budaya dan spiritualitas adalah kekuatan yang tidak boleh ditinggalkan di tengah perubahan zaman.
Ia turut mengajak masyarakat untuk saling menguatkan, menjaga solidaritas, dan tidak kehilangan arah dalam menghadapi kesulitan.
“Jangan biarkan keadaan melemahkan kita. Justru dari ujian inilah kita belajar untuk menjadi lebih kuat,” tambahnya.
Pesan tersebut kini menjadi refleksi penting bahwa di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, harapan tetap ada bagi mereka yang mampu bertahan dengan kesabaran, usaha, dan doa.
Karena sejatinya, setiap ujian bukanlah akhir melainkan jalan menuju ketahanan dan kebangkitan.
(Redaksi RK)
dibaca
