Rajawali Kompas

“3S DI SATPAS COLOMBO: WAJAH BARU PELAYANAN SIM SURABAYA, CEPAT, HUMANIS, DAN TRANSPARAN”


 SURABAYA I RAJAWALIKOMPAS.COM – Citra pelayanan publik yang kaku dan berjarak kini mulai ditinggalkan. Di Satpas SIM Colombo, Kota Surabaya, pendekatan humanis justru menjadi ujung tombak. Melalui budaya Senyum, Salam, Sapa (3S), pelayanan pembuatan SIM kini tampil lebih ramah, cepat, dan transparan—sebuah langkah nyata reformasi di tubuh kepolisian.

Program ini bukan sekadar slogan. Ia menjadi implementasi langsung dari kebijakan Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Polri Presisi, yang menekankan pelayanan publik modern, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Di bawah kendali jajaran Polrestabes Surabaya, Satpas Colombo menghadirkan standar pelayanan baru. Petugas tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi aktif menyapa, membimbing, bahkan mengedukasi pemohon SIM sejak tahap awal hingga ujian praktik.

Kanit Regident Satpas SIM Colombo, AKP Tri Arda Meidiansyah, melalui Kasubnit Ipda Hariyo Indarto, didampingi Ipda Dani Kurniawan dan Aipda Wage Santoso (Tim Pokja Praktek), menegaskan bahwa budaya 3S adalah kewajiban, bukan pilihan.

“Petugas harus tersenyum, menyapa, dan memberi salam. Ini untuk menciptakan kenyamanan. Kami tidak hanya memproses, tapi juga membimbing masyarakat agar paham setiap tahapan,” tegasnya, Rabu (29/4/2026).

Tak berhenti di situ, inovasi juga terlihat dari penggunaan selempang khusus bertuliskan “PELAYANAN” atau “PETUGAS SATPAS”. Langkah ini dinilai sederhana, namun berdampak besar: memudahkan masyarakat mengenali petugas resmi, sekaligus mencegah kebingungan atau potensi praktik tidak transparan.

“Dengan selempang, masyarakat tahu harus bertanya ke siapa. Ini bagian dari pelayanan yang terbuka dan profesional,” lanjutnya.

Konsep pelayanan di Satpas Colombo kini menitikberatkan pada tiga hal utama: kecepatan, kejelasan, dan keramahan. Petugas berpiket aktif mengarahkan alur mulai dari pengecekan berkas, pendaftaran, hingga ujian teori dan praktik. Semua dirancang agar proses lebih efisien tanpa mengabaikan kualitas.

Lebih jauh, pendekatan ini juga membawa misi edukatif. Pemohon tidak hanya “lulus ujian”, tetapi juga dibekali pemahaman lalu lintas yang benar, demi menciptakan pengemudi yang disiplin dan bertanggung jawab di jalan.

“Pelayanan prima bukan hanya cepat, tapi juga tepat dan mendidik. Kepuasan masyarakat adalah tolok ukur utama kami,” tegas Kasubnit.

Transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pelayanan publik di sektor kepolisian terus berbenah. Di tengah tuntutan masyarakat akan transparansi dan profesionalisme, Satpas SIM Colombo menjawab dengan aksi nyata—menghadirkan pelayanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga berwajah manusia.

Dengan pendekatan ini, kepercayaan publik bukan lagi target, melainkan konsekuensi dari pelayanan yang tulus dan berkualitas.

(Wid RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama