![]() |
| [Foto : Pengurus LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Surabaya memberikan santunan kepada anak yatim dalam kegiatan buka puasa bersama di bulan Ramadhan] |
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri sejumlah pengurus DPD LSM Lira Surabaya, di antaranya Walikota LSM Lira Surabaya Supolo, SH., MH, Sekretaris Daerah LSM Lira Surabaya Dhani, Pembina LSM Lira Surabaya Gatot, serta Dewan Pakar LSM Lira Surabaya yang juga menjabat Ketua Investigasi DPW LSM Lira Jawa Timur Jentar S, bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Muhammadiyah Jajar Dukuh Gemol, Jajar Tunggal, Surabaya turut hadir didampingi pengasuh panti, Kiyai Akhiyat. Kehadiran anak-anak yatim menambah suasana haru sekaligus penuh makna dalam momentum berbagi di bulan suci Ramadan.
Walikota LSM Lira Surabaya Supolo menyampaikan bahwa kegiatan buka bersama dan santunan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara pengurus LSM Lira dengan masyarakat.
“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan,” ujar Supolo dalam sambutannya.
Selain santunan, acara juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Akhiyat. Doa tersebut dipanjatkan agar seluruh pihak yang hadir diberi keberkahan serta kekuatan untuk terus menebar manfaat bagi masyarakat.
Dewan Pakar LSM Lira Surabaya, Jentar S, menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk tidak hanya bergerak dalam pengawasan kebijakan publik, tetapi juga hadir dalam kegiatan kemasyarakatan.
“LSM Lira tidak hanya berbicara soal kontrol sosial dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin hangat ketika para pengurus LSM Lira dan anak-anak yatim duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa. Tawa dan kebersamaan tampak mengalir di antara mereka.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi tradisi tahunan yang memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara organisasi masyarakat dengan masyarakat luas, khususnya di Kota Surabaya.
(Wid RK)
dibaca
