![]() |
| [Foto : Tim Paguyuban MC 7 Kabupaten bersama Rajawali Kompas ] |
Purbalingga | Rajawali Kompas.com –Kepedulian nyata terhadap korban bencana kembali ditunjukkan Paguyuban Master of Ceremony (MC) 7 Kabupaten Wilayah Jawa Tengah bersama para seniman dan musisi Banyumas Raya, berkolaborasi dengan Media Rajawali Kompas melalui Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Jawa Tengah, Hardimin, dalam aksi kemanusiaan penyaluran bantuan bagi korban banjir bandang akibat erupsi Gunung Slamet.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026) di Desa Gunung Malang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, wilayah yang terdampak cukup parah akibat terjangan banjir.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Paguyuban MC 7 Kabupaten, Budi Alfa, yang sekretariatnya berada di Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Ia didampingi para musisi dan seniman dari Banyumas dan Purbalingga serta jajaran pengurus paguyuban.
Donasi tersebut dihimpun selama empat hari melalui gerakan solidaritas lintas komunitas.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari BI Production, Mbalageni, Alta Production, para donatur dari berbagai wilayah, serta Media Rajawali Kompas Jawa Tengah yang membantu operasional kegiatan selama proses penggalangan dana.
Dukungan operasional tersebut mencakup konsumsi bagi relawan serta biaya operasional sound system dengan total sekitar Rp1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah).
Dari hasil penggalangan, terkumpul dana hampir Rp11 juta, yang kemudian dibelanjakan dan langsung didistribusikan kepada para korban secara transparan dan tepat sasaran.
Ketua Paguyuban MC 7 Kabupaten, Budi Alfa, menegaskan bahwa aksi sosial tersebut merupakan agenda rutin paguyuban sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial.
“Kegiatan ini adalah rutinitas kami untuk membantu sesama, baik untuk anggota maupun masyarakat luas. Nilai sosial harus kita junjung tinggi. Kita harus bisa berbagi agar rezeki yang kita terima semakin bertambah dan berkah,” ujar Budi Alfa saat memberikan arahan di hadapan para penerima manfaat.
Kaperwil Jawa Tengah Rajawali Kompas, Hardimin, menegaskan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat.
“Melalui Media Rajawali Kompas wilayah Jawa Tengah, kami berkomitmen mendukung kegiatan kemanusiaan dan memperkuat sinergi antara komunitas seni, masyarakat, dan media. Media harus hadir bukan hanya dalam pemberitaan, tetapi juga dalam aksi nyata membantu masyarakat,” tegas Hardimin.
Menurutnya, kolaborasi antara insan seni, komunitas, dan media merupakan wujud kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan di tengah situasi sulit.
Ucapan terima kasih disampaikan oleh Ketua Sekretariat Penerima Bantuan, Seno, bersama Rahmat selaku tim posko Desa Gunung Malang, sebelum bantuan didistribusikan langsung ke rumah-rumah korban.
“Semoga amal jariyah para donatur menjadi pahala yang tidak pernah putus dan menjadi keberkahan. Semoga para penggalang dana selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan rezeki yang berkah untuk terus melakukan kebaikan di kemudian hari,” ungkap Seno.
Ia juga berharap masyarakat terdampak diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian bencana yang tengah dialami.
Dengan mengusung motto “Salam Persatuan”, Paguyuban Master of Ceremony 7 Kabupaten terus menjaga kebersamaan dalam berekspresi di dunia seni sekaligus memperluas peran sosial di tengah masyarakat.
Solidaritas ini menjadi pesan kuat bahwa setiap insan akan menghadapi ujian kehidupan, namun dengan kebersamaan dan sinergi, harapan akan selalu tumbuh di tengah keterbatasan.
(Redaksi)
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:
- Material bangunan: besi, kayu kaso, semen, seng
- Peralatan penunjang: ember
- Sembako
- Perlengkapan sekolah
- Alat pertanian
- Peralatan rumah tangga
- Sayuran
- Kebutuhan mendesak lainnya bagi warga terdampak
Donasi tersebut dihimpun selama empat hari melalui gerakan solidaritas lintas komunitas.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari BI Production, Mbalageni, Alta Production, para donatur dari berbagai wilayah, serta Media Rajawali Kompas Jawa Tengah yang membantu operasional kegiatan selama proses penggalangan dana.
Dukungan operasional tersebut mencakup konsumsi bagi relawan serta biaya operasional sound system dengan total sekitar Rp1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah).
Dari hasil penggalangan, terkumpul dana hampir Rp11 juta, yang kemudian dibelanjakan dan langsung didistribusikan kepada para korban secara transparan dan tepat sasaran.
Ketua Paguyuban MC 7 Kabupaten, Budi Alfa, menegaskan bahwa aksi sosial tersebut merupakan agenda rutin paguyuban sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial.
“Kegiatan ini adalah rutinitas kami untuk membantu sesama, baik untuk anggota maupun masyarakat luas. Nilai sosial harus kita junjung tinggi. Kita harus bisa berbagi agar rezeki yang kita terima semakin bertambah dan berkah,” ujar Budi Alfa saat memberikan arahan di hadapan para penerima manfaat.
Kaperwil Jawa Tengah Rajawali Kompas, Hardimin, menegaskan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat.
“Melalui Media Rajawali Kompas wilayah Jawa Tengah, kami berkomitmen mendukung kegiatan kemanusiaan dan memperkuat sinergi antara komunitas seni, masyarakat, dan media. Media harus hadir bukan hanya dalam pemberitaan, tetapi juga dalam aksi nyata membantu masyarakat,” tegas Hardimin.
Ucapan terima kasih disampaikan oleh Ketua Sekretariat Penerima Bantuan, Seno, bersama Rahmat selaku tim posko Desa Gunung Malang, sebelum bantuan didistribusikan langsung ke rumah-rumah korban.
“Semoga amal jariyah para donatur menjadi pahala yang tidak pernah putus dan menjadi keberkahan. Semoga para penggalang dana selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan rezeki yang berkah untuk terus melakukan kebaikan di kemudian hari,” ungkap Seno.
Ia juga berharap masyarakat terdampak diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian bencana yang tengah dialami.
Dengan mengusung motto “Salam Persatuan”, Paguyuban Master of Ceremony 7 Kabupaten terus menjaga kebersamaan dalam berekspresi di dunia seni sekaligus memperluas peran sosial di tengah masyarakat.
Solidaritas ini menjadi pesan kuat bahwa setiap insan akan menghadapi ujian kehidupan, namun dengan kebersamaan dan sinergi, harapan akan selalu tumbuh di tengah keterbatasan.
(Redaksi)
dibaca



