Rajawali Kompas

Rekrutmen dan Dampak Lingkungan Dipersoalkan, Warga Iker-Iker Geger Geruduk PT Jati Perkasa Nusantara

[Foto : Warga Desa Iker-Iker Geger menyampaikan aspirasi di depan gerbang PT Jati Perkasa Nusantara terkait rekrutmen tenaga kerja dan isu dampak lingkungan, dengan pengawalan aparat keamanan].
Gresik | Rajawali Kompas.com – Masyarakat Desa Iker-Iker Geger, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan PT Jati Perkasa Nusantara yang berlokasi di desa setempat. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.Senin (16/02/2026)

Kepala Desa Iker-Iker Geger Kristono dalam orasinya menyampaikan kekecewaan terkait proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada warga sekitar. Ia berharap perusahaan dapat lebih transparan dan mengutamakan masyarakat desa.

Selain itu, warga juga mempertanyakan munculnya bau tidak sedap dari aktivitas perusahaan yang sebelumnya disebut belum pernah disosialisasikan kepada masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Faris selaku perwakilan Manajer Operasional PT Jati Perkasa Nusantara menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan uji laboratorium terkait bau yang dikeluhkan warga. Hasilnya disebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.

“Namun demikian, kami tetap melakukan langkah-langkah perbaikan, termasuk sistem filtrasi untuk meminimalisir dampak,” jelasnya.

Terkait tenaga kerja, pihak perusahaan menyatakan mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Gresik mengenai penyerapan minimal 60 persen tenaga kerja lokal. Perusahaan juga menyebut warga Desa Iker-Iker Geger akan diprioritaskan setelah operasional berjalan penuh, mengingat saat ini masih dalam tahap uji coba (trial).

Dalam aksi tersebut juga hadir Sugito, Ketua PASSER Wong Bodho DPC Gresik, yang menyatakan siap mengawal aspirasi masyarakat agar terjadi komunikasi yang konstruktif antara warga dan perusahaan.

“Kami berharap ada dialog terbuka sehingga solusi terbaik bisa dicapai bersama,” ujarnya.

Aksi ditutup dengan harapan agar perusahaan dan masyarakat dapat membangun komunikasi yang lebih baik demi terciptanya iklim investasi yang sehat serta tetap memperhatikan kepentingan warga sekitar.

(Redaksi Rajawali Kompas)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama