![]() |
| [Foto : Semangkuk Bakso Bengawan Solo Rizki 3 tersaji di gerai Oro-Oro Ombo Wetan, jalur Sukorejo–Bangil, Kabupaten Pasuruan.] |
Fenomena ini menunjukkan geliat ekonomi kreatif sektor kuliner yang terus tumbuh, terutama memasuki periode 2025–awal 2026. Persaingan usaha yang semakin ketat, ditunjang kemajuan teknologi dan promosi digital, mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi sekaligus menjaga kualitas.
Salah satu yang menarik perhatian adalah hadirnya Bakso Bengawan Solo Rizki 3 di jalur Kabupaten Sukorejo–Bangil via Kenduruan, tepatnya di Oro-Oro Ombo Wetan. Meski jalur tersebut bukan kawasan wisata utama, geliat usaha kuliner di sepanjang ruas jalan itu justru semakin ramai.
Pemilik usaha, Nardi, melalui istrinya saat ditemui tim Rajawali Kompas pada Selasa (18/2/2026), menegaskan bahwa konsistensi kualitas menjadi kunci bertahan di tengah kompetisi.
“Kami tetap mengutamakan pelayanan dan kualitas produk. Jika ada yang berani berspekulasi mencampur daging dengan ayam, kami tetap bertahan menggunakan daging sapi murni. Varian menu memang tidak banyak, tapi kami menjaga aroma dan cita rasa khas Bakso Bengawan Solo,” ujarnya.
Konsep yang diusung sederhana namun kuat: menghadirkan rasa autentik tanpa harus jauh-jauh ke daerah asalnya. Kehadiran bakso khas Solo di Pasuruan menjadi bukti bahwa masyarakat kini bisa menikmati kuliner lintas daerah tanpa perlu bepergian jauh.
Pertumbuhan usaha seperti ini turut memperkuat ekonomi lokal. Selain membuka lapangan kerja, keberagaman kuliner juga memperkaya pilihan masyarakat sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi penjelajah hidangan.
Kini, menikmati Bakso Bengawan Solo tak lagi harus ke Solo. Di Pasuruan, aneka hidangan khas Nusantara telah hadir dan berkembang, menjadi bagian dari denyut ekonomi rakyat yang terus bergerak.
(Hamim RK)
dibaca
