![]() |
| [Foto : M Ziyad Bersama Keluarga di Dampingi Oleh Gus Sukoiri dan Dedik Susanto Di makam Sunan Giri Gresik] |
Rakornas yang diikuti pengurus PWI-LS dari berbagai daerah di Indonesia tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus forum penguatan ideologi kebangsaan dan keislaman berbasis nilai Wali Songo.
Usai mengikuti kegiatan nasional tersebut, M. Ziyad bersama keluarga melanjutkan perjalanan dengan berziarah ke sejumlah makam wali di Jawa Timur, salah satunya makam Sunan Giri di Kabupaten Gresik.
Di Gresik, M. Ziyad disambut langsung oleh Gus Sukhoiri, Pendiri Wong Bodho Pondok Mburi sekaligus Panglima PWI-LS Jawa Timur, bersama Dedik Susanto, Ketua Passer Jawa Timur. Pertemuan tersebut diisi dengan diskusi mengenai perkembangan umat Islam, baik di Indonesia maupun Malaysia.
M. Ziyad menyampaikan bahwa ketertarikannya terhadap sejarah Islam Nusantara menjadi alasan utama kehadirannya di Rakornas PWI-LS.
“Indonesia, khususnya Jawa, memiliki sejarah Islam yang sangat kuat dan penuh hikmah. Saya banyak belajar tentang bagaimana Islam disebarkan dengan pendekatan budaya, akhlak, dan persatuan,” ujar M. Ziyad.Senin (02/02/2026)
Sementara itu, Gus Sukhoiri menekankan pentingnya menjaga kemurnian nilai Islam Nusantara agar tidak disalahartikan. Ia juga menegaskan bahwa jihad harus dipahami secara benar sesuai ajaran Rasulullah SAW.
“Jihad bukan sekadar fisik, tetapi perjuangan menjaga akhlak, ilmu, keadilan, dan persatuan umat,” tegasnya.
Setelah rangkaian kunjungan tersebut, M. Ziyad berencana menyampaikan pengalaman dan pemahaman yang diperolehnya kepada komunitas muslim di Malaysia sebagai bagian dari penguatan ukhuwah Islamiyah lintas negara.
(Pan)
dibaca

