Rajawali Kompas

Rahmad Resmi Jabat Kepala SMK Tekstil Pandaan, Tegaskan Komitmen Lanjutkan Program Pendahulu

[Foto : Rahmad Kepala Sekolah SMK Tekstil Pandaan Yang Baru]
Pasuruan | Rajawali Kompas - Pergantian kepemimpinan mewarnai penghujung tahun 2025 sekaligus mengawali tahun 2026 di SMK Tekstil Pandaan. Melalui prosesi serah terima jabatan (sertijab), tongkat estafet kepemimpinan resmi diserahkan dari Efendi yang telah mengabdi selama 32 tahun kepada Rahmad, guru pembimbing teknik yang kini dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah baru.

Dalam kegiatan ramah tamah bersama jurnalis Rajawali Kompas, Senin (19/01/2026), di ruang kepala sekolah, Rahmad menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program strategis yang telah dirintis oleh kepala sekolah sebelumnya. Menurutnya, keberlanjutan menjadi kunci dalam membangun lembaga pendidikan vokasi yang kuat dan berdaya saing.

“Progres SMK Tekstil Pandaan sangat besar dan sesuai dengan motto serta cita-cita lembaga yang fokus pada penguatan keterampilan peserta didik. Program-program dari Bapak Kepala Sekolah sebelumnya akan kami lanjutkan, di samping kami juga menyiapkan program baru yang berkelanjutan,” ujar Rahmad dengan santai namun optimistis.

Rahmad menjelaskan, SMK Tekstil Pandaan saat ini memiliki empat program keahlian unggulan, yakni Teknik Permesinan, Teknik Otomotif Kendaraan Ringan, Akuntansi, serta Administrasi Perkantoran. Untuk menunjang proses pembelajaran, sekolah juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain ruang kelas representatif, laboratorium komputer, perpustakaan, aula, lapangan olahraga, sanggar seni dan pramuka, area parkir, serta fasilitas makan bersama yang disiapkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski belum terealisasikan.

“Fasilitas terus kami lengkapi agar peserta didik nyaman dan maksimal dalam belajar. Harapannya, sekolah benar-benar menjadi tempat tumbuhnya keterampilan dan karakter,” tambahnya.

Masih di lingkungan SMK Tekstil Pandaan, Rahmad turut memperlihatkan berbagai hasil karya peserta didik, termasuk laboratorium mesin jahit, didampingi para guru pengajar. Salah satu guru "Gladys" menjelaskan bahwa tidak ada kendala berarti dalam membimbing siswa yang sebelumnya belum memiliki pengalaman menjahit.

“Kami menerapkan metode diskusi dan pembelajaran bertahap. Anak-anak enjoy mengikuti prosesnya step by step,” ungkap Gladys.

Rahmad menambahkan, sekolah menaruh harapan besar agar lulusan SMK Tekstil Pandaan tidak hanya menguasai kurikulum formal, tetapi juga memiliki keterampilan khusus sebagai bekal kemandirian di masa depan.

“Kami berharap setelah lulus, anak-anak punya skill yang bisa menjadi kekuatan mereka sendiri. Jangan sampai miskin ide, baik saat masih sekolah maupun setelah lulus,” pungkasnya.

(Hamim)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama